Talk Show dan Deklarasi Anti Money Politic, Hoax dan Black Campaign Pemilu 2024, Andi Harun : Jaga Persatuan

Talk Show dan Deklarasi Anti Money Politic, Anti Hoax & Anti Black Campaign Dengan Tema “Ketika Suara Bisa Dibeli, Apa Kita Masih Punya Harga Diri?”, Senin (27/11/2023) malam.

KALTIMEDIA.COM, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menghadiri Talk Show dan Deklarasi Anti Money Politic, Anti Hoax & Anti Black Campaign Dengan Tema “Ketika Suara Bisa Dibeli, Apa Kita Masih Punya Harga Diri?”. Agenda ini berlangsung di Cafe Bagios, Jalan KH. Abdurrasyid No.8 Kecamatan Samarinda Kota, yang dilaksanakan oleh Forum Politisi Muda Indonesia Kaltim, Senin (27/11/2023) malam.

Ia sangat mengapresiasi agenda tersebut dan menekankan pentingnya integritas dalam pemilu, dimana hal ini akan mengatur proses berjalannya demokrasi secara baik dan guna mengantisipasi adanya hal-hal yang menodai pesta demokrasi tersebut.

“Kita apresiasi kegiatan talk show ini, dalam rangka penyadaran dan edukasi terhadap gerakan pemilu dalam kaitannya dengan anti money politics, anti hoax, anti hate speech, anti black campaign, dan anti politik identitas. Karena ini semua dapat merendahkan martabat sesama anak bangsa, menghalangi transformasi masyarakat menuju pemilu yang berintegritas, kemudian bisa menghambat partisipasi publik dan menghasilkan hasil pemilu yang kurang berkualitas dan menjadi ternoda,” ungkapnya.

Harapannya adalah agar terciptanya lingkungan politik sehat serta dapat meningkatkan minat serta integritas pada tingkat grassroot dan setiap institusi terkait.

“Kita ingin agar pemilu yang berlangsung berintegritas, dilaksanakan secara elegan, diperuntukkan untuk semua anak bangsa dan terus menjaga kekompakan dan kesatuan sesama anak bangsa,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa kiat-kiat ini akan menjadi ide yang membangun prinsip demokrasi yang berkesinambungan serta menanamkan kesadaran berpolitik yang sehat.

“Pertama kita memberikan pendidikan politik yang jujur kepada masyarakat, kemudian menyajikan program yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat. Kita juga melakukan kompetisi yang sehat tanpa money politic, tanpa politik primordial dan identitas, baik agama, suku bangsa dsb. Dengan harapan bahwa ini akan meningkatkan partisipasi politik yang sehat, jujur, dan berkebaikan dari masyarakat, sehingga sampailah kita akhirnya melaksanakan proses pencoblosan sampai perhitungan suara secara akuntabel,” jelasnya. (As)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *