
SAMARINDA – Klub Borneo FC Samarinda telah gagal memperpanjang trend positifnya setelah dikalahkan Persebaya Surabaya pekan ke-11 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Di mana 3 kemenangan beruntun terpaksa urung dilanjutkan, membuat Manager Borneo FC, Dandri Dauri merasa risih. Hal tersebut dikarenakan Pesut Etam dikatakan jago bermain kandang di Stadion Segiri.
“Saya risih kalau Borneo di sebut jago kandang. Ini tugas pelatih orang lain bisa kenapa kita tidak bisa. Kita akan duduk 1 meja hari ini saya akan panggil pelatih, saya akan meminta untuk mendengarkan sindiran seperti itu,” ucap Dandri, Rabu (06/09/2023).
Ia akan memberikan arahan kepada Pelatih Kepala Pieter Huistra dalam melakukan rotasi pemain terbaik menatap pertandingan selanjutnya.
“Dari pekan ke-11 ini memang beban saya memberikan masukan atau seputar rotasi yang memang sepenuhnya wewenang pelatih,” katanya.
Dandri menyebutkan kejadian ini tidak mau terulang dan harus dipahami pelatih asing asal Belanda itu. Mengingat Borneo baru sekali menelan 1 kali hasil imbang saat menjamu Rans Nusantara FC.
“Saya tidak mencampuri dengan adanya pernyataan itu. Pieter seharusnya dewasa menyikapi ini dan saya tidak mau predikat yang disampaikan ini menjadi momok pribadi,” kata Dandri.
Namun hasil tersebut terbayarkan saat menjamu Persikabo 1973 dengan skor 3-2 di Stadion Segiri.
“Karena jujur kemenangan melawan Persikabo di kandang Persikabo itu kan bayar hutang karena sempat kehilangan 1 poin. Jadi saya anggap itu imbang,” ujarnya.
Dandri Dauri akan memberikan penegasan kepada Pieter Huistra untuk terus melakukan pembenahan serta rotasi pemain yang siap bermain. Sehingga Borneo FC Samarinda bisa tampil maksimal saat bermain di kandang maupun tandang. (Dy)



