Kebut Blank Spot, Diskominfo Kukar Minta Provider Selaraskan Program

Kebut Blank Spot, Diskominfo Kukar Minta Provider Selaraskan Program.

Kutai Kartanegara, Kaltimedia.com – Beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih ditemukannya blank spot atau tidak adanya jaringan telekominikasi. Terlebih pengambangunan IKN Nusantara telah berjalan.

Untuk mendukung pemerataan jaringan tersebut, sebagai daerah pendukung IKN, Dinas Komunikasi dan Informatika, meminta kepada setiap provider dapat menyalaraskan program pemerintah daerah (pemda).

“Adanya menyelaraskan program atau sinkronisasi kepada pihak provider. Dengan begitu akan lebih mudah dalam kemanfaatan anggaran,” kata Kepala Diskominfo Kukar Dapit Haryanto, Selasa (21/3/2023) siang.

Kemudian, dirinya menjelaskan, masih banyak di desa-desa yang belum menikmati internet. Sehingga informasi maupun komunikasi yang dilakukan, perlu memakan waktu yang cukup lama.

“Di desa-desa masyarakatnya belum bisa menikmati jejaring internet, sedangan di kota sebaran BTSnya banyak,” jelasnya.

Salah satu penyebab wilayah Kabupaten Kukar, yakni program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) belum berjalan maksimal akibat tumpang tindih program. Antara program pemerintah daerah dengan provider yang telah mendapat penugasan untuk mengatasi blank spot.

Penyebab lainnya adalah penyediaan infrastruktur telekomunikasi Base Transceiver Station (BTS) di Kukar masih berada di wilayah perkotaan. Berdasarkan catatan Diskominfo Kukar, sekitar 75 persen penduduk berada di wilayah pedesaan.

Namun BTS masih mayoritas berlokasi di sekitar Kecamatan Tenggarong yang merupakan ibu kota dari Kukar. Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,9 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kukar 2022.

Anggaran tersebut ditujukan untuk merealisasikan pembangunan tower jaringan 4G atau penguat sinyal di delapan desa. Delapan desa tersebut adalah Desa Sallo Cella di Kecamatan Muara Badak; Desa Muhuran, Desa Sebelimbingan, dan Desa Wonosari Rimba Ayu di Kecamatan Kota Bangun; Desa Kupang Baru di Kecamatan Muara Kaman; Desa Muara Aloh dan Desa Tanjung Batuq Harapan di Kecamatan Muntai; dan Desa Long Lalang di Kecamatan Tabang. Sementara itu, 10 desa lainnya menjadi tanggung jawab Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), yakni Desa Benua Baru di Kecamatan Kota Bangun, Desa Muara Enggelam di Kecamatan Muara Wis, dan Desa Long Beleh Modang di Kecamatan Kembang Janggut.

Serta Desa Muara Tuboq, Desa Muara Kebaq, Desa Muara Salung, Desa Muara Tiq, Desa Muara Belinau, Desa Umaq Dian, dan Desa Umaq Tukung di Kecamatan Tabang.

“Kalau desa yang berlokasi di dekat IKN, rata-rata sudah tercover. Seperti Loa Kulu, Loa Janan, dan Samboja. Secara umum, sudah tidak ada kendala,” pungkasnya. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *