Indeks Pembangunan Manusia Meningkat 81,13 Persen, Rahmad Mas’ud Sebut Pembangunan IKN Ikut Terlibat

Ilustrasi.

BALIKPAPAN – Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sektor perekonomian di kota Balikpapan alami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kota Balikpapan, rata-rata pertumbuhan IPM naik 0,53 persen.

“Selain pencapaian IPM, upaya bersama kita menghadapi pandemi covid-19 tergambarkan dengan keberhasilan Kota Balikpapan, dalam meningkatkan sektor perekonomian,” kata Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menyampaikan sambutan dalam acara Sidang Paripurna Istimewa di Hotel Novotel Kota Balikpapan, Selasa (7/2/2023).

Pada tahun 2021, perekonomian kota Balikpapan tumbuh sebesar 4,56 secara year on year. Sedangkan pada tahun 2022, perekonomian kota Balikpapan diproyeksikan akan tetap tumbuh.

Ditengah momentum proyek strategis nasional RDMP kilang Pertamina Balikpapan serta pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga alami alami kenaikan.

Pada tahun 2020 PDRB berada pada angka Rp 151,2 juta. Pada tahun 2021 alami peningkatan menjadi Rp160,1 juta.

“Diharapkan dengan peran seluruh aktor ekonomi kreatif ini, pertumbuhan ekonomi kreatif khususnya sektor UMKM akan semakin maju dan berkembang,” ujar Rahmad.

Pertumbuhan ekonomi yang semakin baik, juga tergambar dari menurunnya angka pengangguran terbuka. Pada tahun 2021, tingkat pengangguran terbuka di kota Balikpapan berada pada angka 8,94 persen atau 28.613 jiwa.

Pada tahun 2022 mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 6,90 persen atau 22.749 jiwa. Penurunan angka tingkat pengangguran terbuka ini, tidak lepas dari semakin meningkatnya nilai investasi yang secara langsung berpengaruh.

Khususnya terhadap perluasan lapangan pekerjaan yang tersedia di kota Balikpapan.
Selain itu, persentase penduduk miskin di kota Balikpapan pada tahun 2022 juga mengalami penurunan.

Pada tahun 2021 persentase penduduk miskin di kota adalah sebesar 2,89 persen atau berjumlah 18,53 ribu jiwa. Angka kemiskinan kembali alami penurunan 0,44 persen menjadi sebesar 2,45 persen atau 15,83 ribu jiwa pada tahun 2022.

Hal ini, adanya dukungan dari berbagai potensi geografis dan infrastruktur, serta fasilitas penunjang lainnya. Menjadikan kota ini sebagai salah satu tolok ukur, tingkat kemajuan pembangunan di kawasan Tengah dan Timur indonesia. (Pry/adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *