Media Diharapkan Berperan Wujudkan Kota Layak Anak  

Media massa diharapkan ikut terlibat dalam mewujudkan Balikpapan menjadi kota layak anak.

BALIKPAPAN – Media massa diharapkan ikut terlibat dalam mewujudkan Balikpapan menjadi kota layak anak. Tentunya melalui informasi atau pemberitaan yang ramah anak.

Demikian disampaikan Sekretaris Diskominfo Kota Balikpapan Abdul Rachim dalam sambutannya pada acara pertemuan dengan media terkait peran media dalam mewujudkan Balikpapan menjadi kota layak anak di Grand Senyiur Hotel Balikpapan, Rabu (7/12/2022) siang.

“Sesuai amanat undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, media massa turut serta memberikan perlindungan bagi anak,” kata Abdul Rachim.

Abdul Rachim melanjutkan, anak adalah tonggak masa depan bangsa. Membangun dan mempersiapkan anak sebagai generasi penerus adalah suatu keharusan.

Upaya ini termasuk menciptakan suasana positif melaui tulisan di media massa yang dapat menginspirasi orang dan juga anak-anak.

“Ketika anak tumbuh dengan baik, maka media memiliki andil tersendiri untuk menjadikan anak sebagai pribadi yang baik,” tuturnya.

Pada giat tersebut, dihadirkan juga narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Balikpapan. Memberikan informasi terkait apa yang dapat dilakukan oleh media massa dalam menyediakan informasi yang ramah anak.

“Hal ini tentu menjadi wawasan baru bagi rekan-rekan semua yang sehari-hari terlibat dalam menyediakan informasi bagi masyarakat,” ucap Abdul Rachim.  

Sementara, M. Kosyim, Kepala Bidang Perlindungan Anak sebagai pemateri menjelaskan bahwa angka kekerasan terhadap anak untuk di Kota Balikpapan cukup tinggi. Bahkan Kosyim menyebut, semua kejadian kekerasan terhadap yang sering kita dengar di media, tidak hanya terjadi diluar daerah.

Bahkan sebutnya semua yang ada diluar daerah juga terjadi di Kota Balikpapan.

“Kita sering kaget ketika melihat tingkah laku orang dewasa terhadap anak. Mulai dari kekerasan orang tua, lingkungan, pengajar, bahkan ustad, semua juga terjadi di Kota kita ini,” sebutnya.

Karenanya pihaknya ingin menekan kan bahwa perlindungan terhadap anak menjadi tanggung jawab kita semua. Terkhusus media massa yang cukup memberikan pengaruh terhadap khalayak ramai.

Menjadi sebuah tanggung jawab besar bagi media untuk terus menyampaikan kebenaran serta memberikan informasi mengenai perlindungan anak yang ada di Kota Balikpapan.

“Kemudian juga kami harapkan juga  permasalahan-permasalahan terkait anak yang belum terpecahkan selama ini bisa kita selesaikan bersama-sama,” serunya. (pcm/ar)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *