Data Adminduk DKP3A Kaltim Jadi Pegangan Pembuat Kebijakan Ramah Kelompok Rentan

Foto : Kepala DKP3A Kaltim Noryani Sorayalita

Samarinda, Kaltimedia.com – Gerakan pelayanan Adminduk untuk disabilitas terus digencarkan dari tingkat nasional hingga ke provinsi dan kabupaten/kota.

Bukan tanpa alasan, pendataan perekaman, penerbitan dokumen kependudukan ini selain merupakan hak para penyandang disabilitas, juga dapat membantu para pembuat kebijakan dalam membuat program yang tepat sasaran dan ramah disabilitas.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita mengatakan, pengumpulan data ini untuk mengetahui jumlah penyandang disabiliats yang ada, kemudian akan disesuaikan dengan kategori menurut kecacatannya.

“Perekaman ini bertujuan terciptanya kesetaraan bagi disabilitas dalam mendapat layanan publik dan jika ada bantuan sosial dari pemerintah. Selanjutnya, menjadi bahan bagi perangkat daerah, instansi vertikal untuk bersinergi dalam merencanakan program dan kegiatan tepat sasaran.,” katanya, Kamis (3/11/2022).

Seperti yang sudah dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda, dari data penyandang disabilitas yangada di Samarinda. Disdukcapil membuat program yang memberdayakan disabilitas. Program tersebut merupakan rangkaian program pelayanan Laskar (Layanan Satu Hari Kelar) dimana itu system pelayanan berbasis online, kemudian dimunculkan inovasi pelayanan antar dokumen kepada masyarakat bekerjasama dengan disabilitas atau disingkat Pak Dola Kadis.

Bekerjasama dengan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Samarinda, Disdukcapil memperkerjakan 25 armada penyandang disabilitas kategori cacat fisik, tidak ada masalah dengan penglihatan dan pendengaran sehingga masih dapat berkomunikasi dengan masyarakat dan staf Disdukcapil. Para pengantar dokumen ini dapat mengantar 50-100 berkas. Setiap pengantar dapat antar 10-15 berkas dengan estimasi waktu dua hari kerja. Tarif yang diberikan untuk jasa pengantaran sekitar 20-25 ribu untuk jarak dalam kota.

Lebih lanjut, Soraya optimis dan menargetkan seluruh penyandang disabilitas di Kaltim dapat melakukan perekaman data. Berbagai upaya dilakukan untuk menyukseskan perekaman data ini, mulai dari menyediakan mobil layanan jemput bola hingga menyiapkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di hampir setaip kota dan kabupten yang ada di Kaltim.

“Ini juga untuk perekaman data menyongsong Pemilu 2024. Kawan-kawan disabilitas juga harus menyalurkan hak pilihnya,” imbuhnya. (titi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *