Cegah Diskriminasi bagi Kelompok Rentan, Semua Harus Terdata

Foto : Ilustrasi Kelompok Rentan. Sumber Foto : sapdajogja.org
Foto : Ilustrasi Kelompok Rentan. Sumber Foto : sapdajogja.org

Samarinda, Kaltimedia.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian instruksikan, pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) jangan ada lagi diskriminasi khusunya kepada kelompok rentan.

Menanggapi arahan tersebut, Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri memastikan semua tercatat dalam database penduduk.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Noryani Sorayalita mengatakan, yang dimaksud kelompok rentan oleh Ditjen adalah para lansia, penderita sakit menahun, penderita gangguan jiwa (ODGJ), suku terpencil, kaum transgender, dan para penyandang disabilitas.

Dengan demikian, DKP3A Kaltim melalui bidang Adminduk, melakukan pendataan terhadap seluruh gender yang ada di masyarakat, baik itu laki-laki, perempuan maupun transgender.

“Kita inginkan semua masyarakat mendapatkan haknya, semua harus didata tidak ada diskriminasi,” tegas Noryani Sorayalita, Kamis (3/11/2022).

Untuk menyukseskan pendataan ini, wanita yang akrab dipanggil Soraya ini berkordinasi dengan kelompok atau perkumpulan salah satunya yakni transgender. Karena mareka masih merasa malu untuk mengakui identitas barunya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Adminduk DKP3A Kaltim, Sulekan menambahkan, transgender yang sudah operasi kelamin dan mendapatkan surat keputusan pengadilan, maka jenis kelaminnya di data dapat dirubah.

“Jika hanya operasi dan belum mendapatkan keputusan pengadilan, masih menganut jenis kelamin awal,” jelasnya.

Kemudian, dirinya menambahkan hal itu mencegah adanya data ganda. Pasalnya mereka sudah melakukan perekaman kartu elektrenik, sehingga dinas terkait dapat mengecek melalui perekaman iris mata, sidik jari dan tanda tangan.

“Kita bisa mengecek melalui perekaman iris mata, sidik jari dan tanda tangan. Jadi lebih akurat, artinya masyarakat tidak bisa bohong.” lanjut Sulekan.

Kegiatan perekaman kaum Transgender ini telah berjalan diseluruh kabupaten/kota se Kaltim, sehingga kelompok tersebut dapat berkoordinasi dengan pihak DKP3A Kaltim maupun dinas terkait.

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *