
BALIKPAPAN – Ekonomi Kota Balikpapan tumbuh hingga 4,56 persen pada tahun 2022 ini. Melebihi target pertumbuhan ekonomi nasional dan posisinya lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi di sejumlah kabupaten-kota yang ada di Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi Setda Kota Balikpapan Dortje Marpaung ketika belum lama ini. Dikatakan, pertumbuhan ekonomi Balikpapan di atas rata-rata daerah di Kaltim dan nasional.
“Meskipun pada tahun sebelumnya kita mengalami perlambatan di angka minus 0,69 persen akibat kondisi pandemi Covid-19,” kata katanya.
Kondisi ini, lanjut Dortje, didorong oleh keberadaan industri pengolahan dan sektor jasa sebagai supporting dari industri migas dan batubara yang ada di sekitar Balikpapan.
“Industri pengolahan menjadi stressing kita agar kita tidak tergantung, dan sektor jasa sebagai supporting dari industri migas dan batubara yang ada di sekitar Balikpapan. Dimana PDRB kita didominasi oleh sektor pengolahan,” ungkapnya.
Dortje merincikan, pemasukan Balikpapan masih didominasi oleh sektor pengolahan yang mencapai 47,2 persen, diikuti oleh sektor produksi sebesar 16,5 persen, transportasi sebesar 9,8 persen dan perdagangan 9,2 persen.
“Ke depan diperlukan transfer ekonomi untuk beralih dari ketergantungan pada batubara dan minyak bumi. Karena diperkirakan di tahun 2040-an potensi ini akan menurun di bumi Kalimantan,” pungkasnya.
Sementara sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Balikpapan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, pertumbuhan ekonomi Kaltim berdasarkan besaran Produk Domestik, yakni Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan III-2022 mencapai Rp251,75 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp128,66 triliun.
“Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Triwulan III-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,11 persen (q-to-q),” kata Kepala BPS Provinsi Kaltim Yusniar Juliana.
Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,84 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,63 persen. (pcm)





