
SAMARINDA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Subandi menyoroti musibah kebakaran yang terjadi di Jalan AW Syahranie pada 17 April 2022 lalu. Subandi mengatakan bahwa seperti yang diketahui faktor utama yang menyebabkan terjadinya kebakaran di Jalan AW Syahranie itu disebabkan oleh bensin eceran yang ditabrak sebuah kendaraan yang melaju kencang dan menyebabkan sebuah ruko terbakar.
Meski pernah terjadi kebakaran serupa, Subandi menguraikan bahwa insiden di Jalan Aw Syahranie merupakan peristiwa besar, sebab hingga merenggut nyawa 7 anggota keluarga yang berada di bangunan tersebut.
Menurutnya kejadian serupa bahkan juga sering terjadi.
“Ada beberapa daerah dengan kasus yang sama, kebakaran karena Pertamini. Jadi selangnya itu konslet kemudian menyambar rumah di sekitarnya,” ucapnya.
Atas peristiwa nahas itu, Subandi menilai bahwa penjualan BBM eceran tentu sangat rawan terjadinya kebakaran.
“Dari sisi keamanan itu rawan sekali bahaya kebakaran. Ini di Samarinda baru kejadian satu kasus. Saya harap jangan sampai kejadian serupa itu terulang kembali,” tambahnya.
Subandi merasa bahwa seharusnya penjualan BBM eceran hanya dilakukan di daerah pelosok yang memang jauh dari SPBU.
“Harusnya bukan daerah kota gini. Kecuali di Sebulu atau Teluk Dalam di pinggir Makroman gitu, masih wajarlah. Kalau daerah pelosok gitu, kan memang daerah yang jauh dari SPBU,” serunya. (Advertorial)





