Dinsos Kaltim Angkat Bicara Terkait Selisihnya Data Kematian Covid

Kadinsos Kaltim Agus Heri Kesuma. (pry)

SAMARINDA – Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), tercatat ada sekitar 5.452 korban yang meninggal dunia akibat virus Covid-19. Tetapi Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim hanya mencatat sebanyak 4.289 korban saja yang mendapatkan santunan.

Mengenai selisih 1.163 orang itu, Kepala Dinsos Kaltim, Agus Heri Kesuma menjelaskan, bahwa ada empat kemungkinan dari jumlah tersebut yang tidak menerima santunan. Pertama bisa saja orang yang meninggal itu bukan warga yang berdomisili di Kaltim. Hal tersebut dibuktikan dengan kartu keluarga ataupun KTP korban yang meninggal dunia.

Kedua, hal tersebut dikarenakan statusnya meninggal karena probable. Terakhir faktor penyebab 1.163 warga tidak mendapatkan santunan tidak melakukan pendaftaran dikarenakan mampu.

“Lalu keempat bisa saja data (Dinas) kesehatan itu salah,” ucap Agus Heri Kesuma, Jumat (03/12/2021).

Lebih lanjut Agus kembali mengatakan, data dari Dinkes itu bukan menjadi salah acuan pihaknya memberikan bantuan. Menurutnya data dari Dinas kesehatan itu data keseluruhan korban meninggal dunia.

Sedangkan Dinkes mengambil data korban meninggal dunia berdasarkan data dari masing-masing rumah sakit yang merawat pasien Covid-19. Sementara itu dana yang dipakai bersumber dari APBD Provinsi Kaltim tahun 2021. Yang mana anggaran tersebut berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT).

“Kita bayar langsung. Pakai BTT duit kita. Langsung transfer, simbolis kan ada Gubernur. Bisa juga diacarakan kayak BSM. Saat ini tunggu kesiapan BPD (Bankaltimtara). Soalnya BPD kan yang buka rekening,” tandasnya. (pry)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *