
SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) keluarkan hasil investigasi jembatan Mahakam, pada Rabu (1/9/2021). Kepala BBPJN, Junaidi mengatakan pier atau tiang jembatan yang ditabrak mengalami goresan.
Meskipun begitu, Junaidi mengatakan hal tersebut masih dapat dilalui oleh kendaraan umum. Saat ini pihaknya masih memantau dari posisi atas.
Tujuannya untuk memastikan apakah benar-benar kondisi jembatan masih layak digunakan atau harus ada perbaikan.
“Jadi secara teknis memang secara kasat mata masih bagus. Terkait tiangnya harus dianalisa lagi, mereka ambil data lagi dari atas. Ada retak bagian atas atau enggak. Kalau bagian tumpul cuman keliatan kupasannya, gorensan sama di pancang ada penyok,” jelasnya.
Saat ini ia meminta agar pemilik tongkang tersebut bertanggung jawab berupa ganti rugi perbaikan jembatan. Nantinya biaya perbaikan itu akan menjadi bagian dalam biaya tambahan perbaikan jembatan tersebut.
“Memang kemarin ada surat mereka untuk keluarkan dulu batubara baru ponton ditahan sampai urusan selesai. Masih ditahan dia izin batubara dipindahkan dulu. Boleh saja tapi ada jaminan,” katanya.
Diketahui jembatan pertama yang menghubungkan wilayah Samarinda Seberang dan Samarinda Kota tersebut ditabrak kapal tongkang bermuatan batubara Senin (30/8/2021) lalu. Ditabraknya jembatan bukan yang pertama kalinya dialami Jembatan Mahakam karena sudah terjadi beberapa kali. (pry)



