Antisipasi Kelangkaan Oksigen di Kaltim

Peningkatan permintaan tabung dan pengisian ulang oksigen, sejalan dengan tingginya penambahan kasus Covid-19. (Ilustrasi/CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

SAMARINDA – Kelangkaan oksigen terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Bahkan di Jakarta saja, kelangkaan oksigen pun semakin marak dikarenakan tingginya permintaan rumah sakit akan kebutuhan oksigen.

Hal tersebut dikarenakan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di hampir seluruh kawasan Indonesia. Di Kalimantan Timur (Kaltim) sendiri jumlah kasus terkonfirmasi positif lebih dari 1000 kasus harian.

Meskipun begitu Pemerintah Provinsi Kaltim terus waspada agar mencegah terjadinya kelangkaan oksigen di 10 Kabupaten/Kota di Kaltim. Dinas Kesehatan Kaltim pun telah membuat Tim Satgas Oksigen yang bertujuan agar pemerintah dapat memantau lebih cepat terkait kebutuhan, pasokan hingga stok oksigen di seluruh daerah Kaltim.

“Kemarin saya rapat dengan staf saya dan direktur RS. Nanti diteruskan ke pemerintah kabupaten/kota. Itu nanti gerak untuk mengatasi kebutuhan oksigen,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Padilah Mante Runa ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (12/7/2021) sore.

Menurutnya pasokan oksigen di Kaltim masih aman. Sebab pabrik pembuatan oksigen yang ada di Kaltim masih dapat memenuhi kebutuhan di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kaltim.

Nantinya Tim tersebut melibatkan seluruh OPD maupun instansi di pemerintahan. Bahkan rencananya sekretaris Provinsi yang ditunjuk menjadi ketua Satgas.

“Hari ini sudah diserahkan ke pak Gubernur. Insyaallah besok sudah bisa jalan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim HM. Yadi Robyan Noor, Senin (5/7/2021) mengatakan pasokan kebutuhan harian di Kaltim masih mencukupi.

Namun ia akui terjadi lonjakan permintaan dari beberapa item. Kebutuhan yang dicari masyarakat secara drastis yaitu madu, susu kaleng, dan oksigen.

Terlebih untuk oksigen ia jamin pasokan distribusi di Kaltim masih aman.

“Jmlah kebutuhan oksigen yang tahu rumah sakit yang jelas aman,” serunya.

Lalu untuk harga Madu dan susu kaleng diakuinya mengalami kenaikan. Namun kenaikan tersebut masih diambang wajar karena masih di bawah empat persen.

Namun ia mengimbau ke masyarakat jika menemukan harga kebutuhan pokok naik drastis di atas empat persen segera melapor ke pihaknya. Nantinya, pihak terkait akan melakukan sidak ke lokasi yang berani menaikkan harga di tengah pandemi.

“Toleransi sampai 4 persen di atas itu bisa lapor,” katanya. (pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *