
SAMARINDA – Jalan kawasan Teluk Bajau, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang yang menjadi jalan penghubung menuju Palaran tersebut, kini menjadi sorotan publik. Karena ruas jalan di sebelahnya terpaksa harus ditutup sementara akibat tertutup tanah longsor, sehingga akses transportasi menjadi terhambat.
Mengenai hal tersebut, Sekda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Sa’bani, mengatakan kondisi tanah di bukit dekat jalan tersebut gembur. Sehingga saat hujan turun seringkali mengalami longsor dan tanah tersebut menutup ruas jalan.
Tetapi Sa’bani sendiri berpendapat, yang menjadi permasalahannya ialah karena adanya aktifitas galian tanah di atas bukit. Sehingga jika itu tidak dihentikan maka longsoran lumpur tetap terjadi.
“Biar sepuluh alat berat kita kerahkan, pasti kewalahan juga,” ujar Muhammad Sa’bani, Rabu, (14/04/2021).
Lebih lanjut, untuk sementara ini pihaknya tengah mencari tahu siapa yang melaksanakan galian tanah di kawasan tersebut.
“Pemiliknya siapa, kenapa dibiarkan. Kalau ditangani, mau dibuang kemana, apakah sehari langsung selesai,” ucapnya.
Sa’bani menambahkan, ia meminta kepada masyarakat untuk bersabar sementara ini. Karen Pemerintah kini terus berupaya untuk meminimalisir longsoran, bahkan mengupayakan tidak terjadi lagi.
“Semoga bisa tertangani cepat, tapi penanganannya tidak serta merta jadi. Tapi perlu waktu dan proses,” pungkasnya. (pry)
Editor: (dy)





