Upgrade Kompetensi SDM Pariwisata, Balikpapan Dapat 100 Kuota dari Kemenparekraf

Kegiatan Fasilitasi Uji Kompetensi SDM Pariwisata Bidang Hotel dan Restoran di Hotel Pasific Balikpapan.

BALIKPAPAN – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Pariwisata (LSP) Mahamu Mandiri mengadakan kegiatan Fasilitasi Uji Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata, Bidang Hotel dan Restoran pada 15-22 Maret 2021 di Provinsi Kaltim. Kegiatan ini sendiri berlangsung di seluruh Indonesia, dan untuk Provinsi Kaltim mendapatkan kuota dari Kemenparekraf sebanyak 300 kuota.

Dimana dari 300 kuota tersebut dibagi menjadi 100 peserta di Balikpapan, 50 peserta di Samarinda, 50 peserta di Tenggarong, 50 peserta di Sangata, dan terakhir 50 peserta di Berau.

“Untuk di Balikpapan akan berlangsung selama dua hari, dimana pada 15 dan 16 Maret, dan dibagi 50 peserta tiap harinya. Tentu dengan penerapan Prokes juga sebagai syarat berkegitan selama pandemi ini,” ungkap Murad, Direktur Lembaga Sertifikasi Pariwisata Mahamu Mandiri, Senin (15/3/2021).

Untuk kegiatan dihari pertama berlangsung pada Senin (15/3/2021) di Hotel Pasific Balikpapan dan akan berlangsung hingga esok harinya dengan masing-masing peserta perharinya berjumlah 50 orang. Untuk di Balikpapan, peserta uji kompetensi berasal dari 13 hotel yang ada di Balikpapan.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 Wita itu dibuka langsung oleh Alfin Merancia, Sub Koordinator Sertifikasi Kompetensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dijelaskan Alfin, kegiatan tersebut mengacu pada PP No 52 Tahun 2012, dan Peraturan Mentri Pariwisata Tentang Wajib Sertifikasi bagi seluruh pegawai atau pekerja disektro pariwisata.

“Dikarenakan masyarakat Ekonomi Asean yang sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu, dimana pekerja dari negara lain bisa bekerja di Indonesia. Bebas baik barang, jasa, dan tenaga kerja. Nah bebas tenaga kerja ini harus diantisipasi. Kalau orang Indonesia kerja diluar bagus, karna menambah devisa. Tapi jadi ancaman kalau yang dari luar kerja di Indonesia, dan mengambil job opportunity di kita. Gunanya sertifikasi tadi, kalau orang kita jadi bukti legal kompeten di bidangnya. Jadi kalau ada itu (sertifikat), buat apa kita hire orang dari luar kalau orang kita sudah berkompeten dibidang yang dibutuhkan,” jelasnya Senin (15/3/2021).

Alfin Merancia, Sub Koordinator Sertifikasi Kompetensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat berikan sambutan. (ar)

Tambahnya, sejak covid-19 melanda, dari Kemenparekraf dalam hal pemasaran juga berkurang. Karena menurutnya saat ini Pemerintah lebih fokus dalam vaksinasi.

Sehingga, kuota uji kompetensi yang dilaksanakan sedikit berkurang dari tahun-tahun sebelumnya dimana mencapai angka 13.000 peserta seluruh Indonesia.

“Agak didrop, wisata mancanegara tidak banyak datang jadi ya percuma, pak Mentri fokusnya ke SDM. Target tidak banyak, karena masih fokus dalam pengadaan vaksin. Untuk Kalimantan ini target nya agak lumayan, ada dua Provinsi yg belum ada LSP nya, dan Kaltim ini beruntung, Kalbar juga ada. Kalau Kalteng Kalsel blm ada jadi harus mendatangkan LSP dari daerah lain,” ucapnya.

Mengenai target kegiatan sendiri dikatakan Alfin akan berlangsung dalam satu tahun dan berakhir bulan Oktober.

“Satu tahun, biasa selesai bulan Oktober. Tapi kemarin kita MoU bulan Januari, Februari sudah banyak yang mengejar kegiatan, mungkin bisa lebih cepat, April sudah setengah terlaksana,” katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Pemkot Balikpapan yang diwakilkan oleh Irma Nurmayanti, selaku Kepala Bidang Pariwisata Dispar Balikpapan. Irma mengatakan, pihaknya berterima kasih pada Kemenparekraf yang telah melaksanakan kegiatan di Balikpapan.

Menurutnya hal itu akan membawa dampak baik yang cukup signifikan dalan dunia pariwisata di Kota Minyak.

Peserta Uji Kompetensi SDM Pariwisata di Hotel Pasific Balikpapan. (ar)

“Terima kasih kepada Kementrian Pariwisata yang terus memperhatikan Kota Balikpapan. Balikpapan memiliki potensi yang cukup besar, apalagi sebagai penyangga IKN nantinya. Tenaga kerja kita profesional tentu bawa dampak baik untuk Balikpapan,” serunya.

Irma menambahkan, potensi di Balikpapan cukup banyak. Karenanya, meski dalam situasi pandemi, para peserta diharap bisa terus mengupgrade kemampuannya.

Karena Irma menganggap persaingan akan terus meningkat seiring dengan terealisasinya IKN di Kaltim.

“Potensi ekonomi kreatif, kuliner, sertifikasi profesi banyak. Apalagi PAD Balikpapan turun hingga 50 persen karena pandemi. Tapi, walaupun pandemi kita tetap semangat terus mengupgrade kemampuan kita. Persaingan kerja semakin tinggi, uji kompetensi ini saya harap tenaga kerja di Balikpapan dapat bersaing unggul,” serunya. (ar)

Editor: (dy)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *