
Samarinda, Kaltimedia.com – Sensus Ekonomi 2026 membutuhkan partisipasi pelaku usaha. Hetifah meminta masyarakat terbuka agar data ekonomi Kaltim semakin akurat.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur membutuhkan keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat. Anggota DPR RI Dapil Kaltim Hetifah Sjaifudian meminta masyarakat memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.
Pesan tersebut disampaikan Hetifah saat mengikuti FGD Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ballroom Hotel Harris Samarinda, Senin (24/8/2026).
Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri dari pelaku usaha dan UMKM, petugas sensus, mitra BPS, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Hetifah mengatakan data dari sensus akan membantu pemerintah memahami kondisi ekonomi secara lebih menyeluruh. Karena itu, partisipasi pelaku usaha menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
“Jangan melihat sensus sebagai beban. Justru ini kesempatan bagi pelaku usaha untuk ikut memberikan gambaran nyata tentang kondisi ekonomi di lapangan,” katanya.
Menurut Hetifah, pemerintah perlu mengetahui kondisi pelaku usaha secara lebih detail. Informasi tersebut mencakup sektor usaha, skala bisnis, tantangan, hingga kebutuhan dukungan.
“Data ekonomi yang baik akan membantu pemerintah mengambil kebijakan yang lebih tepat. Kita ingin tahu siapa pelaku usaha kita, bergerak di sektor apa, bagaimana skalanya, apa tantangannya, dan dukungan apa yang sebenarnya mereka butuhkan,” ujar Hetifah.
Karena itu, ia meminta petugas sensus menjalankan tugas secara profesional. Petugas juga harus menjaga kerahasiaan informasi yang diberikan masyarakat.
“Petugas sensus harus bekerja dengan profesional, menjaga kerahasiaan data, dan mampu membangun kepercayaan dengan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga harus terbuka dan memberikan informasi yang benar,” jelasnya.
Di sela kegiatan, Hetifah memberikan santunan kepada salah satu peserta yang merupakan petugas sensus. Petugas tersebut baru mengalami musibah kebakaran rumah.
Hetifah mengatakan perhatian terhadap petugas tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas. Kondisi sosial mereka juga perlu mendapat perhatian ketika menghadapi musibah.
“Di tengah tugasnya membantu negara menghasilkan data yang sangat penting, saudara kita ini justru sedang menghadapi musibah. Semoga santunan ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi bentuk kepedulian kita bersama,” ujar Hetifah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi petugas untuk kembali menjalankan tugas setelah menghadapi musibah.
Dalam kegiatan itu, turut hadir Kepala BPS Provinsi Kaltim Mas’ud Rifai, Kepala BPS Kota Samarinda Supriyanto, jajaran BPS Kaltim, serta tim FGD BPS RI.
Materi FGD disampaikan Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kaltim Ariyanti Cahyaningsih. Hetifah berharap masukan dari berbagai peserta dapat membantu meningkatkan kualitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BPS, petugas sensus, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Kalau datanya akurat, kebijakannya bisa lebih tepat. Kalau kebijakannya tepat, manfaat pembangunan juga akan lebih dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Ang)



