Stadion Sadurengas Paser Dipastikan Menuju Standar Nasional Jelang Porprov 2026

Foto: PSSI Kaltim Tinjau Stadion Sadurengas Paser. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalimantan Timur meninjau progres pembenahan Stadion Sadurengas di Kabupaten Paser yang dipersiapkan sebagai salah satu venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII Tahun 2026.

Peninjauan dilakukan Wakil Ketua PSSI Kaltim, Syafruddin Duntu, didampingi Sekretaris PSSI Kaltim, Supono. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan proses renovasi stadion berjalan sesuai standar yang ditetapkan PSSI.

Sejumlah fasilitas yang dibenahi meliputi kualitas rumput dan kontur lapangan, ruang ganti pemain, ruang wasit, toilet, tribun penonton, hingga sistem penerangan stadion.

Syafruddin Duntu, yang akrab disapa Babe Capang, menjelaskan pembenahan Stadion Sadurengas bermula dari permohonan Pemerintah Kabupaten Paser melalui Disporapar untuk memperoleh rekomendasi dari PSSI Pusat.

“Kebetulan alhamdulillah Sekjen PSSI Pusat orang Kaltim, Yunus Nusi. Akhirnya kita upayakan. Mereka memohon untuk memberikan rekomendasi lapangan ini. Kan banyak dirubah sekarang sesuai dengan standar,” ujar Babe Capang, Sabtu (27/6/2026) siang.

Menurutnya, stadion yang memenuhi standar akan memberikan kenyamanan bagi para atlet saat bertanding, terutama bagi pemain yang belum terbiasa bermain di stadion berkapasitas besar.

“Pertama mungkin supaya adik-adik pemain nanti kan enggak demam lapangan. Biasa main lapangan kecil di kampung, main di sini kan bingung. Tapi kalau sudah standar PSSI ya sudah bagus itu,” katanya.

Babe Capang menyebut Stadion Sadurengas menjadi stadion pertama di Kabupaten Paser yang memperoleh rekomendasi pembenahan menuju standar nasional dari PSSI Pusat.

Ia juga menilai masih banyak stadion di Kalimantan Timur yang belum sepenuhnya memenuhi standar, termasuk dari aspek pencahayaan.

Menurutnya, sejumlah syarat utama stadion berstandar PSSI meliputi kualitas rumput, ruang ganti pemain, tribun yang aman, sistem drainase, serta penerangan yang memadai apabila pertandingan digelar pada malam hari.

“Pertama ruang ganti, rumput lapangan. Itu kan sangat mempengaruhi. Tribun penonton juga biar aman yang nonton, peresapan air biar hujan sebentar bisa kering. Sama penerangan itu kalau mau main malam,” jelasnya.

Ia menambahkan penggunaan rumput sintetis belum menjadi standar untuk stadion pertandingan resmi karena umumnya hanya digunakan pada lapangan mini soccer.

Melihat perkembangan renovasi yang berlangsung, Babe Capang optimistis Stadion Sadurengas akan memenuhi standar nasional.

“Masuk standar nasional sudah karena kemarin ada rekomendasi di sana kan, makanya banyak dirubah ini termasuk ruang ganti,” ujarnya.

Ke depan, PSSI Kaltim akan terus memantau progres renovasi Stadion Sadurengas. Setelah seluruh pekerjaan selesai, tim teknis akan melakukan uji kelayakan sebelum hasilnya dilaporkan kepada PSSI Pusat sebagai dasar penetapan stadion sesuai standar nasional. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *