Dayung Paser Bidik 15 Emas Porprov 2026, Terkendala Sarana Latihan

Gambar saat ini: Foto: Seorang atlet dayung asal Paser sedang melakukan latihan. Sumber: Istimewa.
Foto: Seorang atlet dayung asal Paser sedang melakukan latihan. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Cabang olahraga Dayung Paser Porprov 2026 terus mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII yang akan digelar pada November mendatang. Sebagai tuan rumah, Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Paser menargetkan raihan 15 medali emas.

Untuk mencapai target tersebut, program latihan telah berjalan sejak April 2025. Pengurus bersama tim pelatih fokus meningkatkan kemampuan fisik, teknik, dan kesiapan mental atlet yang akan turun di berbagai nomor perlombaan.

Sekretaris PODSI Paser, Muhammad Hafidz Sahid, mengatakan perkembangan atlet menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Intensitas latihan yang hampir dilakukan setiap hari membuat kondisi fisik para atlet mengalami peningkatan signifikan.

“Kemarin Pak Ketua juga sampai kaget, ini kok atlet sudah berotot semua. Jadi semua badannya ya. Nah, itulah mudah-mudahan mungkin tinggal mental,” ujar Hafidz.

Menurut Hafidz, program latihan yang dijalankan selama lebih dari satu tahun telah memberikan dampak positif terhadap performa atlet. Selain kekuatan fisik yang meningkat, kemampuan teknik para pendayung juga terus berkembang.

Namun demikian, tim pelatih masih berupaya memperkuat aspek mental bertanding agar para atlet mampu tampil maksimal saat menghadapi persaingan di Porprov nanti.

Selain itu, persaingan diperkirakan semakin ketat karena sejumlah daerah lain juga terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet dayung.

Di tengah progres yang positif, PODSI Paser masih menghadapi kendala pada sektor sarana dan prasarana latihan. Beberapa perahu kayak yang digunakan atlet dinilai sudah tidak lagi ideal untuk menunjang latihan maupun persiapan kompetisi.

“Prasarana latih tanding kita masih belum menunjang. Jangan sampai nanti saat berlomba kita belum menyatu dengan alat,” katanya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, tim pelatih melakukan berbagai upaya, mulai dari memperbaiki bagian perahu yang bocor hingga menyambung kembali dayung yang mengalami kerusakan.

Hafidz menegaskan bahwa kesesuaian antara atlet dan perahu menjadi faktor penting dalam olahraga dayung. Atlet membutuhkan waktu yang cukup untuk beradaptasi agar dapat mengendalikan perahu secara optimal saat bertanding.

PODSI Paser telah mengajukan pengadaan peralatan latihan baru kepada Disporapar Kabupaten Paser. Namun hingga pertengahan Juni 2026, peralatan tersebut masih dalam proses pengadaan.

“Saat ini belum ada pembaruan. Tapi sudah tahap proses di Surabaya. Mudah-mudahan pengadaan ini bisa lebih cepat,” ujar Hafidz.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, para atlet dayung Paser tetap menjalani latihan secara rutin. Mereka berharap dukungan sarana yang lebih memadai dapat segera terealisasi sehingga target 15 medali emas pada Porprov Kaltim 2026 dapat tercapai. (Ang)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *