
Jakarta, Kaltimedia.com – PDI Perjuangan (PDIP) membantah keras tudingan yang menyebut partainya berada di balik gelombang aksi demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil yang berlangsung belakangan ini. Partai berlambang banteng itu menilai tuduhan tersebut justru meremehkan kesadaran politik masyarakat yang semakin kritis.
Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, mengatakan gerakan mahasiswa lahir dari dinamika demokrasi dan tidak dapat disederhanakan sebagai instrumen kepentingan politik tertentu.
“Menuduh gerakan masyarakat sipil dan mahasiswa sebagai bentuk subordinat dari kepentingan politik merupakan bentuk pengkerdilan terhadap nalar politik masyarakat. Masyarakat kita sudah semakin melek literasi dan cerdas,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Seno menegaskan, PDIP saat ini tetap menjalankan peran sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan. Menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol terhadap jalannya kekuasaan agar tetap sesuai dengan prinsip demokrasi dan konstitusi.
Selain itu, ia menekankan bahwa kritik yang disampaikan partainya selalu didasarkan pada data dan fakta yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami berperan kritis berdasarkan data dan fakta aktual. Pegangan kami adalah semangat konstitusi agar kekuasaan selalu dikontrol sehingga suara rakyat tetap didengar,” katanya.
Lebih lanjut, Seno membantah anggapan bahwa PDIP sengaja memanfaatkan gerakan massa untuk kepentingan politik. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Menurutnya, sepanjang sejarah partai, PDIP tidak pernah menunggangi kelompok tertentu untuk menyuarakan sikap politik. Jika terdapat persoalan penting yang menyangkut kepentingan bangsa, partai akan menyampaikan sikap secara terbuka.
Selain itu, seluruh keputusan politik PDIP disebut diambil melalui mekanisme resmi organisasi dan dijalankan secara transparan.
Pernyataan PDIP ini muncul setelah Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, meminta partai tersebut mengambil posisi politik yang lebih tegas terhadap pemerintahan. Jazilul menilai sikap PDIP saat ini terkesan ambigu.
Namun demikian, PDIP menegaskan bahwa gerakan mahasiswa merupakan wujud kesadaran kritis masyarakat. Oleh karena itu, mengaitkan demonstrasi dengan agenda partai politik dinilai justru mereduksi makna partisipasi publik dalam demokrasi. (Ang)



