Atletik Paser Fokus Latihan Dasar Jelang Porprov Kaltim 2026, Targetkan Hingga Tiga Emas

Foto: Atletik Paser sedang melakukan sesi latihan. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur ke-8 pada 14 November 2026 mendatang, Kabupaten Paser mulai mempersiapkan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor). Sebagai tuan rumah, sebanyak 64 pengurus cabang olahraga diarahkan untuk mematangkan program latihan atlet.

Namun hingga kini, sebagian besar cabor disebut belum menjalani program latihan intensif karena anggaran belum turun. Kondisi tersebut juga dirasakan cabang olahraga atletik, khususnya nomor sprint.

Pelatih sprinter Paser, Agustinus Jari, mengatakan saat ini para atlet masih menjalani latihan mandiri dengan fokus pada penguatan dasar.

“Ini lebih ke kita belajar tentang speed-nya ya, speed-nya, terus koordinasinya lebih ke strength juga, speednya, powernya kita latih, sama belajar untuk sementara kan saya cuman ada putri ada empat jadi saya lebih dominannya ke mix saja,” ujar Agustinus Jari saat ditemui rri.co.id.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada kepastian terkait program pemusatan latihan dari Pengcab PASI Paser. Karena itu, pihaknya lebih memfokuskan latihan pada nomor sprint estafet dibanding nomor individu.

“Jadi saya banyak belajar estafet juga untuk ini. Karena kalau untuk individu saya masih belum bicara banyak untuk saat ini,” katanya.

Agustinus mengaku belum bisa berbicara banyak mengenai target medali emas karena keterbatasan fasilitas dan belum maksimalnya persiapan atlet.

“Saya tidak bisa menjanjikan berapa medali, enggak bisa nyampaikan, cuma sementara ini karena programnya juga juga masih secara fasilitas kita belum memadai banget. Jadi saya belum tahu,” ujarnya.

Meski demikian, ia optimistis atlet sprinter Paser tetap memiliki peluang bersaing jika nantinya sudah memasuki program pemusatan latihan dan mendapat dukungan fasilitas yang lebih baik.

“Tapi kalau memang mungkin bisa target misalnya sekitar ada dua atau tiga mungkin kita punya target satu, dua, atau tiga mungkin kita punya target itu. Ya antara dua atau tiga emas lah. Sisanya kita berjuang di bawahnya karena persiapannya juga belum terlalu secara fasilitas juga kita jauh, berat sekali,” jelasnya.

Saat ini, kata Agustinus, pihaknya masih menghadapi sejumlah kendala seperti belum adanya training center (TC) serta kondisi atlet yang masih terpencar karena sebagian besar masih berstatus pelajar.

Ia menilai program pembinaan idealnya sudah dimulai sejak tahun lalu agar atlet memiliki waktu cukup untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar limit pertandingan.

“Menurut saya program ini minimal harusnya sudah berjalan dari tahun lalu. Karena untuk mengejar satu detik itu enggak mudah bagi seorang sprinter kalau hanya beberapa bulan,” pungkasnya. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *