KONI Kaltim Targetkan POBSI Raih 2 Emas di PON 2028

Foto: Musorprov POBSI Kaltim di Balikpapan. Sumber: Istimewa.

Balikpapan, Kaltimedia.com — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, menegaskan kepengurusan baru Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim periode 2026–2030 harus memiliki visi besar untuk meningkatkan prestasi olahraga biliar di Benua Etam.

Hal itu disampaikan Rusdiansyah saat menghadiri Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) POBSI Kaltim yang digelar di Hotel Platinum, Sabtu (16/5/2026) sore.

Dalam forum tersebut, KONI Kaltim menargetkan cabang olahraga biliar mampu menyumbangkan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

“Ke depan, ketua yang baru harus punya visi besar. Potensi kita besar dengan 1.000 meja biliar, tapi fasilitas nomor tanding seperti snoker masih sangat minim. Jika ini dibenahi, target 2 emas di PON 2028 bukan hal yang mustahil,” ujar Rusdiansyah Aras.

Rusdiansyah mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 1.000 meja biliar yang tersebar di berbagai daerah di Kaltim. Kota Samarinda menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak mencapai 450 meja, disusul Balikpapan sebanyak 300 meja.

Sementara itu, daerah lain seperti Mahakam Ulu hanya memiliki lima meja dan Kutai Barat sekitar 15 meja.

Meski jumlah meja cukup besar, Rusdi menyoroti minimnya fasilitas untuk nomor snooker. Ia menyebut Kaltim saat ini hanya memiliki satu meja snooker yang merupakan aset eks PON Kaltim 2008.

“Fasilitas yang ada mayoritas hanya untuk nomor bola 9, 10, dan 15. Ini yang harus menjadi perhatian serius pengurus baru,” katanya.

Di sisi lain, Rusdi tetap mengapresiasi capaian pengurus POBSI Kaltim periode 2022–2026 yang berhasil mempersembahkan satu medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumut 2024.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman, menilai pengelolaan cabang olahraga ke depan tidak bisa lagi dilakukan secara formalitas.

Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami efisiensi anggaran membuat seluruh cabang olahraga harus lebih serius dan terukur dalam menyiapkan prestasi.

Sebagai langkah konkret, Rasman mengusulkan adanya regulasi baru bagi pengusaha rumah biliar di Kaltim.

“Harus ada syarat regulasi baru. Jika ada pengusaha yang ingin membuka rumah biliar, minimal wajib menyediakan satu meja snoker. Ini penting demi mendukung regenerasi atlet di semua nomor tanding,” tegasnya.

Musorprov POBSI Kaltim kali ini juga menjadi ajang suksesi kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2030. Ketua POBSI Kaltim periode sebelumnya, Roymond, menyampaikan permohonan maaf sekaligus salam perpisahan kepada seluruh pengurus dan atlet atas berakhirnya masa kepemimpinannya.

Agenda utama Musorprov adalah pemilihan ketua baru POBSI Kaltim yang dibuka resmi oleh Ketua Bidang Organisasi PB POBSI, Yani Kainama.

Dua tokoh olahraga Kaltim, Abdul Rachman Agus dan Sapto Pramono, disebut siap bersaing memperebutkan kursi Ketua POBSI Kaltim periode 2026–2030. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *