
Jakarta, Kaltimedia.com — Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Troy Pantouw, memberikan klarifikasi atas pernyataan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang menyebut calon pegawai negeri sipil (CPNS) “bodoh” apabila enggan ditempatkan di IKN. Pernyataan tersebut sebelumnya menuai sorotan publik.
Troy menjelaskan, Basuki telah menyampaikan permohonan maaf apabila ucapannya dinilai kurang berkenan. Ia menegaskan, pernyataan itu merupakan ekspresi pribadi Basuki sebagai birokrat dan aparatur sipil negara (ASN), yang lahir dari pengalaman panjangnya di dunia pemerintahan.
Menurut Troy, maksud Basuki sama sekali bukan untuk merendahkan CPNS, melainkan sebagai bentuk dorongan agar ASN, khususnya CPNS, tidak ragu menjalankan penugasan di IKN. Kesempatan terlibat langsung dalam pembangunan ibu kota baru dinilai sebagai peluang strategis untuk berkontribusi pada pembangunan nasional.
“Peluang untuk berkarya dan berkontribusi langsung dalam pembangunan IKN adalah kesempatan yang sangat bernilai, terutama bagi mereka yang memiliki tekad membangun negeri,” ujar Troy dalam keterangan resmi, Kamis (18/12/2025).
Troy juga menekankan, Basuki merupakan birokrat yang meniti karier dari jenjang terbawah hingga dipercaya memimpin Otorita IKN. Pengalaman tersebut, kata dia, membentuk pandangan Basuki mengenai pengabdian ASN dan tantangan yang menyertainya.
Berdasarkan pengalaman itu pula, Basuki menilai kesiapan IKN saat ini sudah memadai untuk menampung ASN dan CPNS yang akan bertugas. Otorita IKN, lanjut Troy, terus mematangkan tahap kedua pembangunan, yang mencakup penyelesaian infrastruktur utama, pengembangan kawasan legislatif dan yudikatif, serta pembangunan masyarakat dan lingkungan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025.
“Otorita IKN mengajak seluruh pihak untuk menyatukan langkah dan fokus dalam membangun Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia yang menjadi milik seluruh bangsa,” kata Troy.
Sebelumnya, dalam Acara Penyerahan Produk Kerja Sama Pendataan Penduduk IKN Tahun 2025 di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (16/12), Basuki memaparkan fasilitas hunian ASN di IKN yang telah dilengkapi air siap minum, sistem air panas dan dingin, pendingin ruangan di setiap kamar, ruang tamu, ruang makan, dapur, ruang cuci, serta dua kamar mandi, dengan luas hunian mencapai 98 meter persegi.
“Saya khawatir, kalau dibilang apartemen, nanti dikira PNS itu sombong gitu, kan. Tapi, jelas itu bukan apartemen,” ujar Basuki dalam kesempatan tersebut.
Dalam suasana yang sama, Basuki sempat berkelakar dengan menyebut CPNS yang enggan pindah ke IKN dan memilih tetap tinggal di indekos di sekitar Tambun, Bekasi, sebagai “bodoh”. Ucapan itu disampaikan di hadapan tamu undangan dan disambut tawa.
Basuki juga menegaskan pandangannya bahwa IKN dibangun sebagai kota modern untuk generasi muda, bukan hanya bagi ASN senior. Oleh karena itu, ia mendorong CPNS, termasuk yang berada di bawah naungan Badan Pusat Statistik (BPS), agar bersedia pindah ke IKN seiring rencana pembentukan satuan pelaksana BPS di ibu kota baru tersebut. (Ang)





