
Samarinda, Kaltimedia.com – Produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) asal Kota Samarinda kini semakin menunjukkan daya saing di tingkat nasional. Melalui program Pemasaran Produk Orang Samarinda (Prorinda), sejumlah produk lokal berhasil menembus pusat perbelanjaan prestisius, salah satunya Mal Sarinah Jakarta.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, mengatakan Prorinda merupakan program kolaboratif antara Dekranasda dan Dinas Koperasi, Industri, dan UKM (Diskumi) Samarinda yang telah berjalan sekitar tiga tahun terakhir. Program ini dirancang untuk mendorong pelaku UMK naik kelas dan mampu bersaing di pasar dengan standar tinggi.
“Produk yang masuk ke Sarinah dan beberapa pusat perbelanjaan lain seperti TMII dan PIK 2 harus melalui proses kurasi ketat. Alhamdulillah, produk UMK Samarinda mampu memenuhi standar tersebut,” ujar Rinda, Senin (15/12/2025).
Ia menambahkan, kualitas produk yang konsisten justru membuat pihak Sarinah meminta penambahan jumlah barang untuk dipasarkan. Hal tersebut menjadi indikator bahwa produk lokal Samarinda mulai mendapatkan tempat dan kepercayaan di pasar nasional.
“Ini bukti bahwa UMK Samarinda memiliki kualitas dan karakter yang kuat. Prorinda kami harapkan terus menjadi jembatan agar UMK bisa berkembang berkelanjutan,” katanya.
Keberhasilan Prorinda juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Salah satunya Wiwit Andriyanti, pemilik PT Aqueena Indonesia Aljaya, yang produknya telah dipasarkan di Sarinah selama dua tahun terakhir.
Melalui Prorinda, sambal ikan bawang Dayak dan rabuk ikan bawang Dayak produksi Aqueena Indonesia berhasil menembus pasar nasional. Wiwit menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam pengembangan usahanya.
“Alhamdulillah, lewat Prorinda produk kami bisa go nasional. Penjualannya di Sarinah cukup stabil selama dua tahun ini,” ungkap Wiwit.
Ia menjelaskan, produknya harus melewati dua tahapan kurasi, mulai dari seleksi di tingkat daerah oleh Diskumi hingga kurasi lanjutan dari manajemen Sarinah. Dari tujuh produk yang diajukan, seluruhnya dinyatakan lolos dan masih dipasarkan hingga kini.
Selain Jakarta, produk Aqueena Indonesia juga telah menjangkau pasar di Makassar dan Palu. Sambal ikan bawang Dayak yang diproduksinya bahkan disebut sebagai produk sambal berbahan bawang Dayak pertama di Indonesia.
“Penjualan di Sarinah rata-rata sekitar 200 kemasan per bulan dengan harga Rp35 ribu per kemasan 115 gram,” jelasnya.
Wiwit menilai fasilitasi pemerintah daerah, termasuk dukungan distribusi dan pengiriman produk, sangat membantu UMK dalam menekan biaya logistik sehingga berani masuk ke pasar ritel modern berskala nasional.
Seiring meningkatnya minat konsumen, pelanggan di Jakarta yang sebelumnya membeli secara daring kini diarahkan untuk berbelanja langsung di Sarinah. Saat ini, produk Aqueena Indonesia juga telah tersedia di berbagai ritel modern di Samarinda, Tenggarong, dan Bontang.
“Harapannya, Prorinda terus berlanjut dan ke depan bisa membuka jalan bagi UMK Samarinda untuk menembus pasar internasional,” pungkas Wiwit. (Rfh)
Editor: Ang





