
Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai tren peningkatan produksi beras belum bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur ketahanan pangan daerah. Meski capaian produksi menunjukkan angka positif, pembenahan sektor pertanian secara menyeluruh dinilai tetap mendesak agar ketersediaan pangan dapat terjaga dalam jangka panjang.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan produksi beras di Kaltim saat ini berada di kisaran 155 ribu ton. Angka tersebut meningkat lebih dari sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring bertambahnya luas panen padi yang kini mencapai lebih dari 66 ribu hektare di sejumlah wilayah sentra pertanian.
Menurut Seno, peningkatan tersebut menjadi sinyal baik atas kemampuan daerah dalam menjaga pasokan beras sebagai komoditas pangan utama. Capaian ini, kata dia, tidak terlepas dari kerja keras petani serta dukungan program pemerintah daerah di sektor pertanian.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi. Ia mencerminkan kemampuan daerah mengelola pangan dari hulu ke hilir, mulai dari produksi, distribusi, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Seno.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa jalan menuju swasembada beras masih menghadapi tantangan struktural. Kenaikan produksi saat ini dinilai belum cukup kuat jika tidak dibarengi dengan pembenahan sistem pertanian secara terpadu.
Sejumlah persoalan mendasar masih membayangi sektor pertanian Kaltim, di antaranya keterbatasan lahan pertanian produktif, ketersediaan air yang belum merata, serta infrastruktur pendukung yang belum optimal di seluruh wilayah. Kondisi tersebut diperparah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tidak sebanding dengan penambahan lahan pertanian.
Selain faktor fisik, persoalan sumber daya manusia juga menjadi sorotan. Berkurangnya jumlah petani aktif, keterbatasan tenaga penyuluh, serta lemahnya kelembagaan petani dinilai berpotensi menghambat keberlanjutan produksi pangan di masa depan.
Seno menekankan, penguatan kapasitas petani dan kelembagaan pertanian menjadi kunci agar peningkatan produksi beras tidak bersifat sementara. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendorong perbaikan sektor pertanian dari berbagai sisi agar ketahanan pangan Kaltim tetap terjaga di tengah tantangan jangka panjang.
“Peningkatan produksi harus diikuti penguatan sumber daya manusia dan sistem pertanian yang berkelanjutan, agar ketahanan pangan benar-benar kokoh,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang



