Demi Tingkatkan Potensi Wisata, Disparpora Balikpapan Promosi Penangkaran Buaya Teritip Lewat Media Sosial

PENANGKARAN BUAYA – Salah satu lokasi wisata yang menjadi magnet wisatawan yakni Penangkaran Buaya, Kecamatan Balikpapan Timur. Sumber foto: Kementerian Pariwisata

BALIKPAPAN – Berbagai lokasi wisata di Kota Balikpapan menjadi magnet bagi para wisatawan lokal dan luar daerah. Salah satu lokasi wisata yang menjadi magnet wisatawan yakni Penangkaran Buaya, Kecamatan Balikpapan Timur.

Demi meningkatkan potensi wisata di tempat tersebut, Dinas Pariwasata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan menambah beberapa kegiatan untuk menarik wisatawan.  

Disporapar menggelar kegiatan trip wisata dan pengambilan konten digital di kawasan tersebut.

Lewat kegiatan itu, ia menyakini bahwa potensi wisata tidak hanya dikenalkan secara langsung. Namun juga diangkat dari berbagai platform media sosial dan kanal publikasi resmi pemerintah daerah.

“Tim kami telah melakukan pengambilan gambar dan video di lokasi untuk kebutuhan promosi digital. Semua dilakukan dengan koordinasi bersama pengelola agar konten yang dihasilkan bisa menggambarkan keunikan kawasan secara utuh,” urai Kepala Disparpora Balikpapan C.I. Ratih Kusuma.

Menurutnya, pengelolaan pariwisata di Balikpapan tidak hanya difokuskan pada destinasi utama seperti pantai dan taman kota. 

Pemerintah juga mendorong diversifikasi wisata, agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dan pengalaman beragam saat berkunjung ke Balikpapan.

“Kami ingin setiap destinasi di kota ini mendapat perhatian yang sama. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya mengenal satu tempat, tapi juga tertarik menjelajahi lokasi lain yang tak kalah menarik,” tuturnya.

Selain promosi digital, Disparpora membuka ruang kerja sama dengan pengelola wisata dan pelaku usaha untuk menjadikan Penangkaran Buaya Teritip sebagai lokasi kegiatan berbasis pariwisata dan budaya. 

Disamping itu, pihaknya menilai kawasan tersebut berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pelaku UMKM di sekitarnya.

“Ke depan, kami ingin destinasi ini lebih hidup dengan kegiatan edukatif dan event komunitas. Dengan kolaborasi yang baik, kawasan ini bisa tumbuh menjadi wisata unggulan yang memadukan alam, budaya, dan edukasi,” katanya.

Ratih Kusuma, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas.

Selain menjadi habitat konservasi satwa, di lokasi ini juga terdapat rumah adat Dayak (lamin) yang menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.

“Penangkaran Buaya Teritip bukan hanya tempat melihat satwa, tapi juga memiliki nilai budaya. Rumah adat Dayak di kawasan itu kini menjadi salah satu spot yang banyak diminati wisatawan,” sebut Ratih beberapa waktu lalu. (adv/pry)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *