
Johor, Kaltimedia.com – Sebuah insiden tragis terjadi di Parit Raja, Batu Pahat, Johor, pada 27 Oktober 2025. Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun diduga menyerang adiknya yang berusia 6 tahun setelah kehilangan poin dalam permainan daring populer, Roblox. Polisi Johor kini tengah menyelidiki kasus ini untuk menelusuri kemungkinan gangguan psikologis akibat kecanduan game online.
Kepala Polisi Johor, Datuk Abdul Rahaman Arsad, seperti dilansir Harian Metro pada (30/10/2025), menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika adik laki-laki korban secara tidak sengaja merusak ponsel kakaknya yang sedang digunakan untuk bermain Roblox.
“Kehilangan poin dalam permainan tersebut diduga memicu kemarahan pelaku yang kemudian bertindak agresif terhadap adiknya,” ujar Abdul Rahaman.
Dilaporkan Malay Mail, bocah 9 tahun itu diduga mengalami halusinasi sementara, seolah mendapat “instruksi” untuk menyakiti anggota keluarganya. Ia kemudian menggunakan pisau dapur yang ditemukan di rumah.
Serangan terjadi sekitar pukul 05.30 pagi waktu setempat. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Sultanah Nora Ismail dan kini berada dalam kondisi stabil setelah menjalani perawatan darurat.
Polisi menahan kedua orang tua anak tersebut untuk dimintai keterangan atas dugaan kelalaian dalam pengawasan anak.
“Kami sedang meneliti aspek psikologis pelaku, termasuk kemungkinan pengaruh kecanduan permainan digital terhadap perilaku agresif anak-anak,” ujar Abdul Rahaman, dikutip dari BatamNewsAsia.
Seorang pakar kesehatan mental dari Universiti Teknologi Malaysia, Dr. Nor Haslina Ahmad, mengatakan bahwa kasus ini menyoroti bahaya serius dari kecanduan game online.
“Paparan berlebihan terhadap permainan kompetitif dapat memicu stres, agresi, bahkan kecenderungan kekerasan pada usia dini,” jelasnya dilansir dari Bernama.
Kasus ini memicu keprihatinan luas di Malaysia dan memunculkan dorongan agar pemerintah memperketat regulasi permainan daring untuk anak-anak.
Otoritas juga diminta meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pengawasan orang tua dan literasi digital keluarga. (AS)
Sumber: (BatamNewsAsia/Harian Metro/Malay Mail/Bernama)



