Reses di Sepinggan, Danang Eko Susanto Tegaskan Komitmen Wujudkan Infrastruktur Merata

Reses Anggota DPRD Kota Balikpapan, Danang Eko Susanto.

BALIKPAPAN – Suasana hangat terasa di bawah tenda sederhana RT 59 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, pada Minggu malam, 19 Oktober 2025.

Warga dari berbagai RT berkumpul untuk menyampaikan keluh kesah mereka langsung kepada Anggota DPRD Kota Balikpapan, Danang Eko Susanto, dalam kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025/2026.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sepinggan itu dihadiri perwakilan dari sepuluh RT. Forum berjalan terbuka dan penuh antusiasme, dengan warga menyampaikan berbagai persoalan yang mereka alami sehari-hari.

Mulai dari jalan lingkungan yang rusak, drainase tersumbat, hingga krisis air bersih yang belum terselesaikan menjadi topik utama dalam dialog tersebut.

“Setiap kali hujan deras, air bisa menggenang sampai depan rumah. Sudah sering kami ajukan perbaikan, tapi belum juga terealisasi,” ungkap salah satu warga yang hadir.

Menanggapi hal itu, Danang menegaskan bahwa pemerataan pembangunan infrastruktur dasar adalah prioritas utama DPRD. Ia menyoroti bahwa penyediaan air bersih masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah Balikpapan Selatan yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).

“Masalah air bersih selalu muncul dalam setiap reses. Ini menunjukkan kebutuhan yang mendesak dan harus segera ditangani. Kami akan terus mendorong agar pelayanan PTMB bisa lebih merata dan optimal,” ujarnya.

Namun, Danang juga mengingatkan bahwa setiap aspirasi warga harus realistis dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Semua masukan akan kami perjuangkan, tapi tentu harus berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran. Kami tidak ingin memberikan janji tanpa dasar,” tegasnya.

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Balikpapan ini menilai bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas, melainkan sarana penting membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakilnya di parlemen.

“Kebijakan pembangunan tidak boleh lahir dari balik meja saja. Harus turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi warga. Inilah esensi dari reses,” kata Danang.

Ia pun menutup kegiatan dengan komitmen kuat untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Sepinggan.

“Drainase, jalan rusak, dan air bersih bukan sekadar infrastruktur, tapi bagian dari kesejahteraan warga. Saya pastikan suara masyarakat tidak berhenti di forum ini, tapi akan kami bawa sampai ke pembahasan anggaran,” pungkasnya.

Dengan semangat itu, Danang berharap aspirasi warga bisa menjadi pijakan nyata dalam mewujudkan Balikpapan yang lebih layak, merata, dan berkeadilan. (Adv)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *