
KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Realisasi investasi di Kota Balikpapan sepanjang tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, hingga akhir triwulan ketiga (TW III) tahun ini, nilai investasi yang masuk telah mencapai Rp19 triliun, atau sekitar 86 persen dari target Rp22 triliun yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Balikpapan, yang terus berkembang seiring dengan perbaikan infrastruktur dan stabilitas ekonomi daerah.
Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi realisasi investasi sejak triwulan pertama hingga ketiga tahun 2025. “Realisasi investasi pada TW I sebesar Rp2 triliun, TW II mencapai Rp5,2 triliun, dan TW III melonjak hingga Rp10,2 triliun. Jadi totalnya sudah menembus Rp19 triliun,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).
Dengan masih tersisa satu triwulan, Helmi menyatakan keyakinannya bahwa target investasi tahun ini tidak hanya akan tercapai, tetapi juga berpotensi melampaui realisasi tahun sebelumnya. “Masih ada waktu di TW IV. Melihat capaian TW III yang cukup besar, kami optimistis angka akhir tahun bisa melampaui target,” katanya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, capaian investasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Pada TW III tahun lalu, realisasi investasi tercatat sebesar Rp8,1 triliun, sementara tahun ini sudah mencapai lebih dari Rp10 triliun. “Tahun lalu target investasi Rp20 triliun dengan realisasi Rp25 triliun. Tahun ini target naik menjadi Rp22 triliun, dan hingga September sudah Rp19 triliun,” jelas Helmi.
DPMPTSP Balikpapan bahkan menggunakan capaian Rp25 triliun tahun lalu sebagai tolok ukur internal agar kinerja tetap meningkat. “Kami ingin tahun ini bisa melampaui capaian sebelumnya. Jangan sampai turun,” tegasnya.
Secara sektoral, investasi terbesar masih didominasi oleh industri kimia dan farmasi dengan nilai mencapai Rp7,9 triliun. Selanjutnya, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp2,3 triliun, disusul pertambangan senilai Rp1,7 triliun. “Proyek RDMP (Refinery Development Master Plan) dan sejumlah pabrik CPO yang mulai beroperasi tahun ini menjadi pendorong utama sektor industri,” ungkap Helmi.
Sektor perdagangan, reparasi, serta industri logam dasar dan barang logam juga berkontribusi stabil terhadap total investasi. Dari total Rp19 triliun tersebut, sekitar 85 persen merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sedangkan 15 persen sisanya berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).
“Ini menunjukkan pelaku usaha lokal masih menjadi motor penggerak ekonomi Balikpapan,” ujarnya. Hingga akhir TW III, proyek-proyek tersebut telah menyerap lebih dari 8.300 tenaga kerja lokal, terutama di bidang industri, logistik, dan konstruksi.
Helmi menambahkan, pihaknya terus mendorong agar investasi yang masuk tidak hanya berkontribusi terhadap angka ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami ingin investasi yang tumbuh turut meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia pun menutup dengan optimisme, bahwa dengan tren pertumbuhan saat ini, realisasi investasi Balikpapan berpotensi menembus Rp25 triliun seperti tahun sebelumnya. “Kepercayaan investor terus meningkat berkat stabilitas daerah, dukungan infrastruktur, dan dampak positif proyek strategis nasional seperti RDMP dan Ibu Kota Nusantara (IKN). Balikpapan tetap menjadi pintu gerbang ekonomi Kalimantan Timur,” pungkasnya. (mang)





