
Samarinda, Kaltimedia.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur merilis hasil investigasi terkait isu makanan basi dalam program Makanan Bergizi (MBG) di SMAN 13 Samarinda yang sempat viral di media sosial. Hasil pengecekan lapangan menyebutkan dugaan tersebut hanya kesalahpahaman dan tidak terbukti secara faktual.
Program MBG di sekolah tersebut disalurkan melalui Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Sungai Pinang, yang juga melayani sejumlah sekolah lain di Samarinda. Isu ini muncul setelah seorang siswa mengeluhkan menu yang dinilai tidak layak konsumsi.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Dinkes Kaltim, Carla, menjelaskan pihaknya langsung menindaklanjuti laporan dengan mendatangi lokasi. Tim juga menemui guru pengawas yang sempat ikut mencicipi makanan.
“Guru memang menyampaikan ada rasa yang agak berbeda dan bau tertentu. Namun, dari hasil pengamatan kami, itu tidak bisa langsung disimpulkan sebagai makanan basi,” jelas Carla, Sabtu (20/9/2025).
Ia menambahkan, menu ayam rebus saus asam manis yang disajikan hari itu memang bisa menimbulkan aroma menyengat ketika masih panas dan disimpan dalam wadah tertutup. Meski terkesan kurang segar, makanan tetap aman dikonsumsi.
Selain di SMAN 13, tim juga mengecek sekolah lain yang menerima menu serupa. Hasilnya, tidak ada keluhan maupun laporan siswa sakit setelah menyantap makanan MBG. Dinkes juga mencatat laporan orang tua siswa baru masuk pada hari Minggu, padahal makanan dibagikan Kamis sebelumnya.
“Proses pengelolaan dan distribusi hanya berlangsung kurang dari empat jam. Dengan standar itu, kemungkinan makanan basi sangat kecil,” tegas Carla.
Pemeriksaan turut dilakukan di dapur produksi SPPG Sungai Pinang. Fasilitas pengolahan makanan dinilai sesuai standar kesehatan, telah lolos inspeksi puskesmas, dan menjalankan prosedur operasional dengan baik. Namun, Dinkes memberi catatan terkait belum terlaksananya pelatihan penjamah makanan di Samarinda.
“Pelatihan ini penting agar kualitas pengelolaan terus meningkat. Kami harap segera dijalankan agar tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari,” tambah Carla.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menutup klarifikasi dengan menegaskan bahwa pihaknya tetap menanggapi serius setiap laporan masyarakat.
“Kami mengingatkan seluruh SPPG agar lebih teliti dalam menjaga kualitas makanan. Kasus ini memang tidak terbukti, tapi harus menjadi pembelajaran agar tidak menimbulkan keresahan publik,” ujarnya. (Rfh)
Editor: Ang





