
Kaltimedia.com, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai Samarinda punya peluang besar melahirkan ribuan pelaku usaha baru setiap tahunnya.
Potensi itu bisa tercapai jika program satu RT lima UKM dijalankan secara konsisten.
“Kalau setiap RT melahirkan lima UKM dalam setahun, dengan 2.000 RT bisa tercipta sekitar 10 ribu usaha baru. Kalau lebih dari lima, tentu angkanya bisa lebih besar lagi,” ujar Helmi, Selasa (9/9/25).
Ia menjelaskan, pemerintah kota telah menyediakan berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan modal hingga pelatihan usaha. Nominal bantuan yang diberikan bervariasi, antara Rp1 juta hingga Rp25 juta, disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Modal sudah disiapkan, baik untuk usaha mandiri maupun yang dimodali pemerintah. Tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkannya,” katanya.
Sebagian bantuan juga disalurkan melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) di tingkat RT. Skema ini membuka ruang bagi usaha kecil seperti kuliner, souvenir, hingga kerajinan untuk tumbuh dari lingkungan warga.
Meski begitu, Helmi menekankan bahwa kesuksesan UKM tidak bisa hanya bergantung pada modal. Ia mengingatkan pentingnya inisiatif dari pelaku usaha untuk mencari peluang dan mengembangkan usaha.
“Kalau hanya pasif menunggu, tentu hasilnya terbatas. Pelaku usaha harus aktif mencari jalan, termasuk memanfaatkan dukungan perbankan, organisasi, maupun OPD,” tandasnya. (Adv/Df)





