
BALIKPAPAN- Warga Balikpapan kini mesti bersabar lagi. Khususnya pengendara kendaraan yang melintas di kawasan Jalan MT Haryono tepatnya di depan Global Sport Balikpapan, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan.
Bukan tanpa alasan, adanya proyek pengendali banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal di lokasi tersebut membuat akses jalan tertutup sejak awal Februari lalu. Rencana dibuka 11 Februari namun kembali tertunda. Dijanjikan buka pada 20 Februari 2023, namun kembali tertunda.
Akibat tertundanya pembukaan lahan itu, dinilai berdampak negatif terhadap banyak pihak. Baik dari sektor mobilitas, pendapatan para pelaku usaha disekitar lokasi pengerjaan hingga lainnya. Termasuk pendidikan.
“Ini kembali saya pertegas bahwa jangan sekali-kali kembali mempermainkan publik. Karena proyek untuk kepentingan publik,” kata Syukri Wahid, Anggota Komisi III DPRD Balikpapan.
Syukri mengatakan, penundaan pembukaan akses jalan itu sudah kesekian kalinya dan jadi bukti kontraktor tak menjalankan komitmen yang telah disepakati. Dia pun turut menyesali dengan kinerja kontraktor tersebut.
Karena dalam prosesnya mesti pastikan klir semuanya. Termasuk memastikan anggaran jika ada penggalian itu kompensasi dalam bentuk jembatan sementara.
“Ini yang rancu tidak dimasukkan. Kedua saya meminta kepada PU untuk evaluasi besar-besaran. Mumpung katanya sudah 20 persen lebih, jadi sekali lagi jangan selalu memenangkan kepentingan kontraktor,” katanya.
“Walaupun mereka berkepentingan karena terkait kerjasama, publik menjerit dampak kerugian sosial ekonomi siapa yang tanggung, memangnya kontraktor mau membayar kerugian itu,” tegas Syukri.
Ia berharap, DPU Balikpapan segera mengevaluasi kontraktor kenapa tertunda lagi dan alasannya apa. Kalau alasan cuaca, buktinya proyek lain lancar-lancar saja.
Pihaknya bersama Komisi III akan membahas hal ini secara internal untuk menindaklanjuti langkah selanjutnya. Sekaligus berencana Sidak kembali proyek pengendali banjir DAS Ampal dititik Balikpapan Baru dan Jalan MT Haryono. (Rif/ADV)





