Ratusan Massa Padati DPRD Kaltim, Suarakan 11 Tuntutan

Foto: Massa aksi yang mengepung kantor DPRD Kaltim. Sumber Rfh.
Foto: Massa aksi yang mengepung kantor DPRD Kaltim. Sumber Rfh.

Samarinda, Kaltimedia.com – Gelombang mahasiswa dari berbagai kampus di Samarinda mulai bergerak sejak Senin (1/9/2025) pagi. Mereka berkumpul di kawasan Masjid Islamic Centre, lalu beriringan menuju Gedung DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyampaikan aspirasi.

Sejak pukul 09.00 WITA, Jalan Cendana sudah dipadati massa. Di antara kerumunan, truk pengangkut air minum tampak disiagakan sebagai logistik, memastikan peserta aksi tidak kekurangan kebutuhan dasar selama menyampaikan aspirasi.

Di jalur menuju gedung dewan, aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda berjaga ketat. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan untuk mencegah kemacetan akibat semakin padatnya arus massa.

Sesampainya di depan gedung DPRD, suasana kian ramai. Sebagian kelompok demonstran mengenakan pakaian serba hitam, sementara lainnya membawa spanduk, bendera, dan ikat kepala sebagai simbol perlawanan. Penjagaan aparat kepolisian terlihat lebih ketat di gerbang utama maupun titik-titik strategis di sekitar area aksi.

Tidak hanya aparat keamanan, tenaga medis juga turut disiagakan. Ambulans dan petugas kesehatan bersiaga untuk memberikan pertolongan darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Menjelang siang, jumlah massa terus bertambah. Tidak hanya mahasiswa, aksi juga diikuti pengemudi ojek online dan perwakilan masyarakat adat dari berbagai daerah di Kaltim.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Usai itu, perwakilan dari berbagai elemen bergantian menyampaikan orasi dengan suara lantang.

Dalam aksi kali ini, massa mengusung sedikitnya 11 tuntutan utama. Di antaranya, penolakan terhadap tunjangan DPR serta desakan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat segera disahkan.

Meski orasi bergemuruh, peserta aksi masih menunggu kehadiran perwakilan DPRD Kaltim untuk menampung aspirasi mereka.

Sesekali, pekikan serempak terdengar dari kerumunan, “Masuk! Masuk! Masuk!” menandakan desakan agar dialog segera dilakukan. (Rfh)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *