
Samarinda, Kaltimedia.com – Kondisi sejumlah sekolah di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian publik setelah muncul laporan kerusakan berat pada beberapa bangunan. Komisi IV DPRD Kota Samarinda merespons cepat dengan merencanakan kunjungan langsung ke tiga sekolah yang dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan.
Ketua Komisi IV, Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan rencana perbaikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) benar-benar terlaksana. Ia menegaskan, perbaikan sekolah tidak boleh hanya sebatas wacana atau janji tanpa kepastian.
“Kami akan cek langsung progresnya di lapangan. Jangan sampai renovasi sekolah hanya menjadi janji kosong yang tidak terealisasi hingga tahun depan,” ujar Novan, Kamis (7/8/2025).
Salah satu sekolah yang menjadi sorotan adalah SD Negeri 020 di Samarinda Utara. Bangunan sekolah ini dinilai rawan longsor karena berada di lokasi berisiko tinggi. Situasi tersebut membuat keselamatan siswa menjadi perhatian utama. Novan menekankan, jika perbaikan permanen belum dapat dilakukan segera, maka perlu disiapkan solusi sementara, seperti memindahkan siswa ke sekolah terdekat atau menyediakan ruang belajar darurat.
“Keselamatan anak-anak tidak boleh ditunda atau dikorbankan,” tegasnya.
Selain masalah kerusakan fisik, Novan juga menyoroti lambatnya respons terhadap laporan kerusakan. Menurutnya, kepala sekolah seharusnya proaktif melaporkan kondisi bangunan kepada Disdikbud atau langsung ke DPRD, tanpa menunggu isu tersebut ramai di media sosial.
“Jangan menunggu viral dulu baru diperbaiki. Kalau pihak dinas tidak merespons, DPRD siap menerima laporan langsung,” ujarnya.
Novan turut menyinggung pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Ia memberi contoh ada sekolah dengan jumlah siswa hanya sekitar 160 orang yang masih memiliki ruang kelas berbahan kayu, namun justru sudah membangun pagar beton. Menurutnya, penataan prioritas anggaran perlu diperhatikan.
“Mungkin opsi penggabungan sekolah atau relokasi bisa menjadi solusi jangka panjang,” tutupnya. (Rfh)
Editor: Ang





