Pelajar SMP di Grabag Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Pastikan Kasus Sudah Ditangani

Gambar saat ini: Foto: Pelajar SMP di Grabag Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Pastikan Kasus Sudah Ditangani. Sumber: Istimewa.
Foto: Pelajar SMP di Grabag Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Pastikan Kasus Sudah Ditangani. Sumber: Istimewa.

Purworejo, Kaltimedia.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang pelajar SMP di Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, menjadi perhatian publik setelah rekaman video kejadian tersebut viral di media sosial. Kepolisian memastikan penanganan kasus sudah dilakukan bahkan sebelum video itu ramai dibicarakan.

Kapolsek Grabag, AKP Diyah Ayu Ida Nursanti, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa (12/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB di Desa Grabag. Penganiayaan bermula dari kesalahpahaman antara pelaku dan korban.

“Pelaku menuduh korban menyebarkan sebuah video. Karena korban tidak mengakui dan tidak ada bukti, kemudian terjadi pemukulan,” kata AKP Diyah, Senin (17/11).

Usai kejadian, Kepala Desa langsung menghubungi Polsek Grabag. Polisi yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan awal dan mengarahkan korban untuk mendapat perawatan di Puskesmas.

Keesokan harinya, korban berinisial R (13) datang untuk memberikan keterangan. Polisi juga memeriksa seorang saksi yang merupakan teman korban dari SMP Grabag.

Menurut Kapolsek, meskipun video baru viral pada Jumat pagi, polisi telah memeriksa pelaku terlebih dahulu. “Hari Jumat viral, padahal rencananya memang hari itu pelaku kami panggil,” ujarnya.

Pelaku diketahui berinisial G (14) yang masih duduk di kelas 6 SD dan berasal dari luar wilayah Grabag. Sementara korban merupakan siswa kelas 1 SMP Grabag. Keduanya masih di bawah umur sehingga proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua.

“Karena masih anak-anak, mereka tidak bisa ditahan. Semua proses harus melibatkan orang tua,” kata AKP Diyah. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Purworejo juga turun membantu penanganan kasus.

AKP Diyah menegaskan komitmen kepolisian untuk mencegah perundungan antarpelajar melalui sosialisasi bersama pihak sekolah. Namun dalam kasus ini, pelaku diketahui bukan warga Grabag, melainkan dari wilayah Bayan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan korban dipukul dan ditendang oleh pelaku, sementara teman lainnya merekam kejadian tersebut. Unggahan di Facebook itu telah ditonton lebih dari 10 ribu kali dan memicu banyak komentar dari warganet.

Polisi memastikan situasi di lapangan tetap kondusif dan tidak ada tindakan balasan dari pihak lain. (Ang)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *