
Samarinda, Kaltimedia.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti serius persoalan penumpukan dokumen di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Ia menegaskan perlunya pembangunan depo arsip sebagai solusi jangka panjang untuk penataan dan pelestarian arsip penting milik pemerintah.
Puji mengungkapkan bahwa kurangnya perhatian terhadap sistem kearsipan berdampak pada efektivitas kerja, baik di eksekutif maupun legislatif.
“Kami di DPRD saja ingin membangun pojok baca, tapi belum bisa terealisasi karena berkas-berkas lama masih menumpuk. Ketika butuh satu dokumen, mencarinya sangat susah,” katanya, Senin (21/7/2025).
Ia menilai depo arsip bukan hanya sebagai ruang penyimpanan, melainkan bagian penting dari infrastruktur pendukung pemerintahan yang sering diabaikan.
“Depo arsip ini sangat esensial. Selain untuk melindungi dokumen berharga, juga untuk menata arsip yang memiliki nilai administratif dan historis,” lanjut Puji.
Selain persoalan arsip fisik, Puji juga menyinggung pentingnya peningkatan literasi masyarakat, terutama dalam menghadapi gempuran informasi digital yang tidak selalu valid atau bermanfaat.
“Literasi kita jangan hanya diarahkan pada hal-hal yang tidak bermanfaat. Instagram dan Facebook bisa jadi sarana edukatif asal digunakan dengan bijak. Masyarakat harus bisa bersikap selektif dan objektif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan arsip yang baik akan berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan publik dan memperkuat sistem informasi dalam tata kelola pemerintahan yang transparan.
DPRD, kata Puji, akan terus mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk merealisasikan pembangunan depo arsip sebagai kebutuhan mendesak.
“DPRD tidak tinggal diam. Kami terus mendorong agar pembangunan depo arsip ini benar-benar direalisasikan. Ini kebutuhan yang tak bisa diabaikan,” pungkasnya. (Rfh)
Editor: Ang





