
Narkoba seberat 1,2 ton disita di Kantor BNN, Jakarta, Senin (3/3/2025). Dokumentasi Kompas.com
JAKARTA –Pemberantasan narkoba di bawah Kemenko Polkam telah menyita 1,2 ton narkotia bulan Februari 2025. Barang sebanyak satu ton lebih itu di taruh dan diperlihatkan di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta Timur, Senin (3/3/2025).
Kepala BNN Marthinus Hukom menyampaikan barang bukti itu merupakan hasil penindakan 14 kasus yang terjadi sepanjang Februari 2025. “Dari 14 kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan tersangka sebanyak 37 orang, total barang bukti kurang lebih 1,2 ton,” kata Marthinus dilansir dari Kompas.com.
Sejumlah barang bukti narkotika yang telah disita di antaranya 201.290,22 gram sabu, 894.330 gram ganja, dan 303.188 butir ekstasi atau setara dengan 115.211,65 gram. Selain barang bukti narkotika, BNN juga telah menyita sejumlah barang bukti lainnya, yaitu berupa 16 unit kendaraan roda empat, 4 unit kendaraan roda dua, dan 1 unit kapal tradisional. Mobil mewah ini juga dihadirkan di lokasi konferensi pers.
Penampakan tangki BBM mobil Pajero yang diduga digunakan untuk menyelundupkan narkoba.
“Terdapat 7 unit kendaraan mewah, yakni Mercy, BMW, Audi, Fortuner, dan Pajero yang sengaja dibeli dan dimodifikasi untuk menyembunyikan narkotika serta mengelabui petugas jika dilakukan razia,” ungkap Marthinus.
Salah satunya, tangki BBM pada mobil Pajero telah dimodifikasi supaya bisa digunakan untuk menyembunyikan narkoba. Lebih lanjut, Marthinus menyebutkan bahwa dari hasil penindakan, pihaknya berhasil mencegah perputaran uang untuk pembelian narkotika sebesar lebih kurang Rp1 triliun.
“Sekaligus, mencegah 1,4 juta orang yang berpotensi menyalahgunakan narkotika,” ucap dia. Sementara itu, Menko Polkam Budi Gunawan mengapresiasi kerja-kerja desk pemberantasan narkoba selama ini.
Menurutnya, penindakan pada Februari ini menunjukkan kerja memberantas narkoba semakin optimal. Bahkan, lanjut dia, juga menyasar ke hulu atau bandarnya. “Sesuai dengan komitmen kita dari seluruh kementerian/lembaga yang tergabung dalam desk pemberantasan tindak pidana narkoba, desk tidak akan berhenti sampai di sini saja. Tetapi akan terus bekerja keras dan serius untuk menjaga generasi penerus kita dan bangsa dari ancaman bahaya narkoba,” tutur Budi Gunawan. (*/pry)





