
SAMARINDA – KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) tahunan, pada Senin (17/02/2025), di Hotel Mercure, Kota Samarinda. Rakerprov tersebut membahas persiapan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 pada 2026, yang muaranya menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Nusa Tenggara ke-22 pada 2028 mendatang.
Dengan mengambil tema ‘Bangkit Berprestasi’, diambil setelah PON 2024 lalu di Aceh-Sumut, kontingen Kaltim gagal meraih 5 besar karena berada di peringkat 8, meski capain medali meningkat. Sehingga Bumi Etam perlu kembali berbenah agar lebih siap lagi menatap multi event 4 tahunan tersebut.
“Dengan tema rakerprov Tahun 2025 bangkit dan berprestasi mulai dari pengurus KONI Kaltim, KONI kabupaten/kota, serta jajaran pengurus cabor, untuk sama-sama bangkit dalam mempersiapkan SDM atlet dan pelatih yang berkualitas melalui hasil porprov nantinya diselenggarakan di Paser,” ucap Rusdiansyah Aras dalam sambutannya.
“Dan inshaAllah dapat kita wujudkan nantinya pada babak kualifikasi PON tahun 2027, dan muaranya adalah PON ke-22 tahun 2028 di NTB dan NTT,” ujarnya menambahkan.
Kemudian, Rusdi menyampaikan informasi awal, bahwa dalam konsep yang dipertandingkan di PON mendatang ada sebanyak 42 cabor. Namun dari 18 cabor Kaltim yang meraih medali emas pada PON yang lalu, 11 cabor diantaranya tidak dipertandingkan, sehingga hanya 7 cabor saja.
Dengan jumlah 344 atlet yang meraih medali, Kaltim tersisa 20 persen saja, sehingga Kaltim dikatakan Rusdi krisis atlet.
Oleh karena itu, dalam kondisi darurat atlet, KONI Kaltim mengharapkan kepada KONI kabupaten/kota dan Pengprov cabor, agar menyatukan persepsi dan tujuan sesuai dengan tema bangkit berprestasi menatap PON Nusa Tenggara, melalui program-program peningkatan SDM.
“Salah satu program KONI Kaltim tahun 2025 dalam rangka untuk memacu prestasi olahraga melalui kompetisi daerah nasional maka pada tahun anggaran 2025 dan dana hibah murni kami akan menyampaikan semua bantuan kepada semua cabor untuk bantuan dana organisasi dari 10 juta kami naikkan menjadi 20 juta per tahun,” kata Rusdi.
“Untuk bantuan kejurda senior kita menjadikan paket sebesar 65 juta, untuk junior kita jadikan 50 juta per tahun,” ucapnya menambahkan.
Rusdi juga menyampaikan harapannya agar bisa menemukan solusi mencari atlet melalui kejuaraam yang digelar. Makanya pada anggaran murni tahun ini, KONI Kalt memberikan tambahan anggaran pelaksanaan dan beberapa hal lainnya.
“Kami juga berharap, karena kita krisis atlet, oleh karena itu kita berharap, nantinya sebelum melaksanakan kejurda junior, kami tidak akan berikan bantuan untuk kejurda senior. Ini menjadi komitmen kita bersama, sehingga kaderisasi atlet tentunya dapat kita harapkan bisa tercapai,” katanya menjelaskan.
Lebih lanjut, Rusdi menjelaskan, bahwa KONI Kaltim sudah menjalankan program awal dengan menggelar pelatihan pelatih fisik level 1 nasional di 10 kabupaten/kota se-Kaltim dengan targetan 1000 pelatih fisik berkualitas. Selain itu juga adanya bantuan kerjasama dengan pihak KONI di Korea Selatan guna menunjang peningkatan prestasi.
Oleh karenanya, Porprov menjadi tolak ukur bagi Kaltim menatap PON Nusa Tenggara. Sehingga mempertegas kepada semua daerah agar tidak melakukan mutasi atlet luar Kaltim.
“Langkah awal untuk bangkit berprestasi kita mulai dari mempersiapkan porprov ke-8 tahun 2026 di Paser, harus lebih baik daripada produk sebelumnya. Kita memang berkeinginan bersama menjadikan Porprov di kabupaten Paser ini juga semakin hari semakin berkualitas dan kita juga telah bersepakat tidak ada lagi mutasi dari luar Kaltim,” ujarnya Rusdi.
Untuk itu Ia berharap regulasi mutasi atlet dan batasan usia maksimal 30 tahun pada Porprov nanti bisa disepakati bersama, sebagai bentuk regenerasi atlet Benua Etam kedepannya.
“Kami juga mohon dukungan kepada seluruh Ketua-ketua cabor dan Ketua-ketua KONI kabupaten/kota, semoga atlet yang muncul adalah dari daerah masing-masing dengan batasan usia 30 tahun yang akan kita pertandingkan nantinya,” katanya.
Dalam rangkaian Rakerprov KONI Kaltim tersebut juga melakukan pengukuhan 3 bidang dalam suksesi penyelenggaran Porprov di Paser mendatang yakni Keabsahan, Pengawas dan Pengarah, serta Dewan Hakim.
Selain itu adanya pemaparan Paser sebagai tuan rumah Porprov mengenai persiapannya dalam suksesi penyelenggaraan serta prestasi.
Rakerprov ini juga turut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I KONI Pusat, Mayjend TNI (Purn) Suwarno dan Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma. (Dy)





