Polda Kaltim Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual

Bertempat di Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Bidhumas Polda Kalimantan Timur menggelar sosialisasi bertajuk ‘Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual’, pada Senin (27/5/2024).

BALIKPAPAN – Bertempat di Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Bidhumas Polda Kalimantan Timur menggelar sosialisasi bertajuk ‘Sinergitas Kepolisian dan Perguruan Tinggi dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan Seksual’, pada Senin (27/5/2024).

Kegiatan itu dipimpin Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim, AKBP I Nyoman Wijana, didampingi Direktur Poltekba Ramli. Narasumber dalam sosialisasi tersebut yakni Patria Rahmawaty dan Dwi Rahmawati, serta dihadiri para mahasiswa dan mahasiswi Poltekba.

AKBP Nyoman mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual.

Dia menekankan bahwa memahami perbedaan antara yang baik dan buruk adalah pedoman penting dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari kekerasan seksual.

“Kami berharap melalui sosialisasi ini, generasi milenial dapat menambah wawasan terkait media sosial dan memahami bahaya kekerasan seksual jika tidak ditangani dengan bijak,” jelasnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka.

AKBP Nyoman berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan semakin memperkuat sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan seksual,” katanya.

Direktur Poltekba Ramli, menyambut baik inisiatif kepolisian tersebut. Dia menegaskan komitmen Poltekba dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

“Sinergi antara kepolisian dan perguruan tinggi sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi mahasiswa,” sebutnya.

Patria Rahmawaty dan Dwi Rahmawati, sebagai narasumber memberikan pemaparan yang komprehensif mengenai langkah-langkah pencegahan kekerasan seksual dan peran aktif yang dapat diambil oleh mahasiswa.

Mereka menekankan pentingnya kesadaran akan hak-hak individu dan prosedur yang harus diikuti jika terjadi kekerasan seksual.

“Edukasi mengenai kekerasan seksual harus dimulai sejak dini dan terus diupayakan agar mahasiswa paham akan bahayanya serta tahu cara melindungi diri. Edukasi adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual,” ucap Patria Rahmawaty.

Sementara Dwi Rahmawati menjelaskan aspek hukum terkait kekerasan seksual dan prosedur pelaporan yang harus dilakukan jika menjadi korban.

“Mahasiswa harus tahu bahwa mereka tidak sendiri, kemudian ada dukungan hukum yang siap membantu,” serunya. (Pcm)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *