
SAMARINDA – Lembaga Desain Besar Olahraga Nasional Provinsi Kalimantan Timur (DBON Kaltim), terus menggenjot pembuatan draft naskah Desain Olahraga Daerah (DOD), yang kemudian akan dijadikan suatu pedoman di provinsi, maupun di seluruh kabupaten/kota se-Kaltim.
Ketua Tim Kerja penyusunan naskah, Timur Lury Saksono menjelaskan, bahwa draft tersebut dibuat oleh tim pakar dari Kemenpora RI untuk DBON Kaltim. Sehingga isi dari draft itu terus dipelajari oleh tim.
“Kami masih terus mempelajari draft naskah yang dibuat tim pakar dari Kemenpora RI. Harus cermat karena naskah ini nantinya jadi pedoman untuk pengurus di lembaga DBON baik Kaltim maupun kota/kabupaten,” ucap Lury.
Menurutnya tak sebentar untuk merancang naskah DOD tersebut, mengingat di masa mendatang jadi pedoman pengurus karena didalamnya menyangkut hal-hal penting berkaitan dengan DBON, mulai dari program pengurus, cabang olahraga yang ditangani juga apa yang harus dilakukan demi kemajuan olahraga.
“Diharapkan dengan adanya naskah DOD itu semua yang diarahkan dari Kemenpora RI terkait keberadaan DBON di seluruh provinsi juga kota dan kabupaten yang diawali di Kalitim ini bisa berjalan sesuai keinginan yaitu mencetak atlet-atlet berprestasi dan juara ditingkah nasional juga internasional,” katanya.
Lebih lanjut, Lury menjelaskan jika setelah draft naskah selesai maka timnya akan melakukan pra uji public pada Agustus 2023 mendatang.
Di mana penyusunan DOD inu merupakan pedoman tahap awal dari 5 tahapan yang dilakukan. Sehingga DBON Kaltim juga akan berfokus pembinaan dan penjaringan atlet usia dini pelapis.
“DOD tahap awal disusun untuk rencana tahun 2024 hingga tahun 2026, setelah itu dibuat lagi tahun berikutnya dan DBON Kaltim bakal melakukan pencarian juga seleksi atlet-atlet usia dini, 9 sampai 12 tahun. Tugas DBON mencetak atlet junior untuk berprestasi yang berada di lapis ketiga dan kedua, berbeda dengan KONI yang membina atlet senior, atlet lapis pertama,” ujar Lury.
Lury menyebutkan, sasaran dari setiap tahapan DBON berbeda namun ujungnya akan jelas, karena memunculkan atlet-atlet berprestasi dari Benua Etam ke pentas nasional hingga internasional, mulai dari PON, SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade. (Dy)





