Komisi II Dorong Pemkot Balikpapan Renovasi Pasar Ikan Klandasan

Komisi II Dorong Pemkot Balikpapan Renovasi Pasar Ikan Klandasan.

BALIKPAPAN- Komisi II DPRD Balikpapan memberikan atensi kepada pedagang basah di Pasar Klandasan. Sebab, sampai saat ini block C atau pasar ikan di tempat tersebut belum dibongkar. Ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman.

Ia mengaku atensi ini tegas karena sesuai dengan bidangnya sebagai mitra dari Dinas Perdagangan (Disdag) yang memiliki fungsi melakukan pengawasan.

Dikatakannya, Block C Pasar Klandasan sudah seharusnya dibongkar untuk direnovasi. Beberapa waktu lalu dirinya sempat melakukan pertemuan dengan para pedagang yang ada di Pasar Klandasan. Mereka mengeluhkan hal tersebut.

“Sekarang ini kan tidak berjalan dan ini menjadi masalah. Ini semua berpulang dari apa yang dilontarkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Disdag,” ucapnya.

Ia mengaku tidak adanya tanda-tanda akan dilakukan pembongkaran aset. Ini membuat Pasar Klandasan yang ada saat ini menjadi kumuh karena tidak ada pekerjaan.

“Harusnya pembongkaran aset dijalankan dulu sehingga pedagang yang di luar bisa kembali masuk. Apalagi Ini sudah Februari 2023 dan mau ke Maret. Rencananya ini ‘kan mau dilakukan lelang kembali, mekanismenya seperti apa itu harus di koordinasikan. Intinya, tergantung pada pemerintah kota bagaimana mengambil tindakan tegas terkait persoalan ini,” tegasnya.

Pedagang ikan di Pasar Klandasan, Eko membenarkan jika pihaknya melakukan pertemuan bersama Disdag Balikpapan. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menjanjikan pada Februari atau Maret 2023 tiga ini sudah ada pembongkaran. Tapi nyatanya belum. “Dari informasi yang kami terima, ini ditender ulang,” ungkapnya.

Eko pun mengaku tempat di Blok A yang ditempati berjualan sementara ini kurang nyaman, banyak ruginya. Ikan cepat rusak sebelum waktunya akibat siklus udara panas.

“Karena seperti ikan kena hawa panas 3 jam saja itu kondisi ikan sudah tidak Bagus. Kalau di dalam seminggu itu masih bagus. Kalau disini paling lama 3 hari. Dan ini sangat merugikan kami,” timpalnya.

Kondisi ini, memaksa dirinya untuk menyetok ikan sedikit saja, karena jika memaksakan menyetok banyak ikan dipastikan akan cepat rusak.

“Kami berharap renovasi ini cepat dilakukan itu lebih baik, jangan ada kendala-kendala dibelakangnya. Sebab menurut informasi yang saya dengar anggaran itu akan hangus pertahunnya, mumpung anggaran ini sudah keluar disegerakan lah pengerjaannya,” kata Rasidi pedagang ikan lainnya. (ADV/rif)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *