
BALIKPAPAN – Peluang dan tantangan yang akan dihadapi kota Balikpapan pada tahun 2023 cukup kompleks dan beragam. Seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi pasca covid-19, dimulainya pembangunan infrastruktur IKN dan menguatnya belanja di sektor pemerintahan.
Hal ini, akan menjadi peluang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) untuk berbenah, serta menyiapkan diri agar mampu terus berkembang. Dalam rangka menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang tersebut, maka diperlukan kekuatan seluruh masyarakat Balikpapan untuk saling berkolaborasi dan bersinergi.
“Persoalan tersebut dapat kita lewati dan Balikpapan berkembang menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia,” ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud.
“Kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan ini, juga perlu melibatkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi bahkan Badan Otorita IKN,” imbuhnya.
Untuk pembangunan di kota Balikpapan, Pemkot berharap dukungan tersebut dapat diberikan dalam berbagai sisi. Diantaranya penyediaan air baku, untuk kebutuhan kota Balikpapan berupa lanjutan pembangunan Embung Aji Raden dan alokasi air baku dari Bendungan Sepaku, Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara atau saat ini di kawasan IKN.
Saat ini, Kota Balikpapan mengalami defisit air baku sebesar 420 liter/detik dan pada tahun 2030 diproyeksikan mengalami defisit sebesar 1.542 liter/detik.
Oleh karena itu, melalui surat wali kota nomor : 605.3/0269/Bappedalitbang tanggal 25 Januari 2023, Pemkot Balikpapan telah mengajukan alokasi air baku, dari bendungan Sepaku Semoi, beserta pembangunan sistem penyediaan air minumnya, untuk kapasitas sebesar 1.000 liter/detik.
Selain penyediaan air minum, dukungan lain yang sejalan dengan program prioritas kota Balikpapan adalah dalam hal pengendalian banjir yang difokuskan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Pemkot Balikpapan telah memulai peningkatan drainase di DAS Ampal melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears). Namun untuk mendukung hal ini, juga diperlukan pembangunan bendali hulu ampal, yang perencanaan telah disusun dan saat ini dalam proses pengadaan tanah.
Selanjutnya, yang menjadi perhatian bersama adalah peningkatan keselamatan di Jalan kota Balikpapan, terutama pada titik yang rawan kecelakaan akibat geometrik jalan tidak ideal. Hal ini, untuk meminimalisir terjadinya kembali beberapa kejadian seperti di Simpang Muara Rapak.
“Pada kesempatan ini, pemerintah kota mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum yang telah melakukan penanganan jangka pendek, serta dukungan PT Pertamina selaku pemilik lahan, dalam pelebaran di Simpang Muara Rapak,” pungkas Rahmad.
Penanganan jangka panjang, diharapkan dapat dilaksanakan. Bukan hanya di Simpang Muara Rapak, tetapi juga di titik lainnya. (Pry/adv)



