
Samarinda – Pertandingan klub Borneo FC Samarinda pada putaran kedua kompetisi Liga 1 musim ini menghadapi Arema FC, awalnya akan digulirkan pada 16 Januari. Tidam lama, adanya perubahan waktu dimajukan menjadi 15 Januari 2023 di Stadion Jatidiri, Semarang.
Kini laga tersebut terpaksa tertunda, lantaran Stadion Jatidiri Semarang tidak ingin menjadi homebase Arema FC. Karena hal tersebutlah yang membuat laga perdana putaran kedua ini ditunda.
Atas adanya penundaan tersebut, membuat suporter Borneo FC Samarinda yang disebut Pusamania itu kecewa.
“Ya intinya kecewa berat dengan di tundanya laga itu. Gak ngerti lagi deh apa yang terjadi dengan Sepak Bola indonesia. Setiap Borneo pengen juara ada aja halangannya,” ujar Ketua Pusamania, Lasihadu, Jumat (13/01/2023).
Menurutnya, laga tersebut tidak perlu ditunda, melainkan mencari tempat alternatif lain dalam menggulirkan pertandingan.
“Kalau masalah izin tidak dapat tempat ya main di Segiri aja walaupun tanpa penonton, yang penting ada tempat gitu loh. Daripada laga-laga seperti ini kan gak jelas, sementara persiapan tim itu sudah maksimal dan sangat baik,” terangnya.
Adhu menyebutkan, Arema tidak dipantaskan berlaga dalam Liga 1 di Indonesia. Menurutnya PSSI seharusnya memberikan sanksi tegas kepada Arema, berkaca pada tragedi 1 Oktober 2022 lalu di Stadion Kanjuruhan, Malang.
“Sebenarnya Arema itu sudah tidak pantas main di liga 1. Seharusnya dapat sanksi yang berat dari PSSI cuma mau diapa lagi, sepertinya yang punya PSSI ini ya Arema yang mengatur segalanya. Arema dan sampai saat ini belum dapat sanksi pada akhirnya merugikan klub lain,” sebut Adhu.
Meski Ia sangat merasa berduka terhadap seluruh korban di Kanjuruhan, namun dengan tidak dikenakannya sanksi tegas terhadap Arema, membuat klub lain dirugikan.
“Saya tidak mengesampingkan tragedi kanjuruhan itu tragedi yang terjadi di kita semua, tapi masa akibat tragedi itu dibebankan sama semua klub itu rasanya sangat tidak adil bagi klub yang di liga 1,” tandasnya.



