
Samarinda – Suporter klub Borneo FC Samarinda Pusamania, menolak keras adanya pengaturan baru dalam sistem Liga 1, memasuki putara kedua pekan ke-18 musim 2022-2023.
Hal tersebut dikarenakan pernyataan PSSI yang memutuskan untuk mengentikan guliran kompetisi Liga 2. Dengan adanya masalah itu, berdampak kepada seluruh klub yang berada di Liga 1, yang menjadi keputusan kompetisi tanpa degradasi.
Ketua Pusamania Lasihadu menjelaskan, jika sistem tanpa degradasi tersebut bisa membuat klub kebanggaannya itu dirugikan. Ia berpendapat, tim yang memiliki anggaran yang besar bisa bermain untuk mengambil alih puncak klasemen dan meraih juara Liga 1 musim ini.
“Pusamania itu menolak keras adanya sistem Liga 1 tanpa adanya degradasi. Ini akan membuat tim-tim yang banyak duit dan persiapannya setengah-setengah, tiba-tiba dipuncak itu untuk membeli laga-laga papan bawah,” cetus Lasihadu.
Ia pun sangat menyayangkan keputusan PSSI tersebut. Apalagi Skuad Pesut Etam saat ini sangat siap untuk kembali bertanding di putaran keduanya.
Bahkan pria yang akrab disapa Adhu ini juga menjelaskan saat Borneo sedang dalam kondisi terbaiknya, dibenturkan oleh kejadian-kejadian yang tak dapat terelakkan, seperti pandemi yang melanda sejak 2019 lalu hingga masalah yang ada di tubuh kepengurusan di PSSI.
“Ini sangat kita sayangkan, sementara ini Borneo ada peluang. Akhirnya nanti yang juara pasti dibilang juara settingan. Makanya begitu beratnya Borneo menjadi juara. 2019 waktu itu target mau juara ada covid dan tahun ini target mau juara ya ada kisruh PSSI lagi,” jelasnya.
Adhu pun bertanya-tanya mengenai keputusan yang telah dibuat oleh PSSI. Apalagi Ia melihat adanya kabar yang beredar di media sosial mengenai klub-klub Liga 2 yang tidak membenarkan jika ikut menandatangani dalam mengentikan Liga bergulir.
“Pada akhirnya merembet ke Liga 2 dan 3 yang saat ini diberhentikan. Saya sudah tidak ngerti lagi di medsos itu sudah beredar ada tanda tangan perwakilan menyetujui penyetopan itu. Sementara ada yang bilang palsu. Sebenarnya sandiwara apa yang mereka buat ini di PSSI,” pungkasnya. (Dy)



