Sempat Terpuruk Akibat Pandemi, Zealous Band Siap Hibur Penikmat Musik di Glam Rock dengan Album Sexy

Jakarta, Kaltimedia.com – Sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini grup band Zealous siap menghibur para penikmat musik di Glan Rock.

Tak hanya sampai disitu aja, band dengan genre rock ini pun akan membawa album barunya yang berjudul sexy, serta mengdakan mini tur ke sejumlah kota di Indonesia untuk mempromosikan mini albumnya. Dimulai dari Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, Bandung, hingga Jember. 

“Sexy mulai di Yogyakarta, ada lima stage di sana. Terus ke Surabaya empat hari lalu, terus ke Jakarta. Nanti ada di Bali, itu akan spesial terakhir di sana 25 November rencananya,” kata Gogon, Sabtu (12/11/2022) siang.

Lebih lanjut, dalam album tersebut aa lima lagu, yakni Dangerous, Corona Sucks, In Love, Zealous, dan Sexy.

Gogon mengungkapkan, proses penggarapan album “Sexy” digarap di Bali dan memakan waktu satu bulan saja. Yang menarik lagi, mereka menggarap album itu dengan sistem analog.

“Kita rekaman di bali, rekaman sendiri dengan gaya lama. Dengan sistem todong, jadi nggak kayak anak-anak sekarang yang digital. Jadi rekaman analog gitu, proses rekaman sebulan lima lagu,” ujarnya.

Kemudian, band asal Bali ini memiliki sebuah lesan yang disuarakan melalui album terbaru mereka.

“Motivasi buat semua anak muda, tentang kehidupan yang glamour atau kehidupan malam. Tentang corona juga karena kita bangkit di zaman corona,” ujar Opop. 

Dalam salah satu lagunya, Zealous menceritakan mengenai perjuangan mereka. Awal berdiri mereka dihantam pandemi. Panggung musik mati suri buat mereka kesulitan bahkan hanya untuk mendapatkan makanan.

Dimana, dalam salah satu lagunya, Zealous menceritakan mengenai perjuangan mereka. Awal berdiri mereka dihantam pandemi. Panggung musik mati suri buat mereka kesulitan bahkan hanya untuk mendapatkan makanan.

“Dulu waktu corona band kita sempat mau mati. Mau makan aja susah, makanan gratis di Bali kita ambil. Setiap hari incar makanan gratis,” ucap Josz.

“Dulu kita gak aman di Bali, bilang ke orangtua aman-aman aja. Makanya di saat corona lahir 5 lagu. Kita tinggal dikamar kos 3×4 meter berisi 7 orang. Saat itu gabisa manggung. Kita main live streaming dengan gaya kita sendiri. Jadi bikin di kamar live pake hp, kita pakai drum akustik, biar muat di dalam kamar, kasur dijadikan peredam jadi tetangga gak ada komplain,” sambung Opop.

Di Bali sendiri, band Zealous sudah tidak asing lagi. Di sana mereka sudah cukup dikenal. Menariknya, meski sudah populer di Bali, tetapi seluruh personilnya justru lahir dan besar di Manado. 

“Kami lahir di Bali saat-saat awal tahun sebelum adanya pandemi. Meski kami lahir dan besar di Manado tapi kami nekat merintis band di Bali,” kata Opop

Lalu sejauh ini bagaimana respons pendengar musik soal kiprah mereka di Tanah Air dan juga mancanegara?

“Tanggapan penonton positif ya sejauh ini terutama dari luar negeri ya. Kita main band di sana, ditonton orang luar, mereka suka. Kami terpacu dengan itu semua,” tutup Opop. (titi)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *