Pemkot Balikpapan Perkuat Literasi Digital untuk Lindungi Anak di Era Internet

Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono.

KALTIMEDIA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat upaya perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), berbagai langkah edukasi dan sosialisasi digencarkan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan anak saat mengakses internet dan media digital.

Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital oleh anak-anak dan remaja, mulai dari telepon pintar, media sosial, hingga berbagai aplikasi berbasis internet yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dinilai membawa manfaat besar dalam mendukung proses belajar dan komunikasi, namun juga memiliki potensi risiko apabila tidak disertai pengawasan yang tepat.

Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Erriansyah Haryono, mengatakan perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru yang membutuhkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan anak di ruang digital.

“Pemanfaatan teknologi digital memang tidak bisa dihindari. Karena itu, yang paling penting adalah memastikan anak-anak tetap aman dan terlindungi saat berada di ruang digital,” ujar Erriansyah, Rabu (6/5/2026) pada pertemuan daring Zoom.

Menurutnya, anak-anak saat ini sudah sangat dekat dengan teknologi sejak usia dini. Oleh sebab itu, literasi digital menjadi hal penting agar penggunaan internet dapat memberikan manfaat positif sekaligus meminimalkan risiko paparan konten negatif, perundungan siber, hingga penyalahgunaan media digital.

Sebagai bentuk penguatan edukasi kepada masyarakat, Diskominfo Kota Balikpapan menggelar kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta. Selain itu, kegiatan juga diikuti kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), penyuluh keluarga berencana (KB), penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA), hingga organisasi kemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan internet yang sehat, aman, dan ramah anak. Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia bersama psikolog yang membahas tantangan penggunaan internet pada anak serta pentingnya peran keluarga dalam pendampingan digital.

Erriansyah menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Menurutnya, keluarga memiliki peran paling penting karena menjadi lingkungan terdekat yang mendampingi anak dalam penggunaan teknologi setiap hari.

“Pendampingan dari orang tua sangat penting karena keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak dalam penggunaan teknologi sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan, edukasi literasi digital perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami risiko penggunaan internet sekaligus mengetahui langkah pencegahan terhadap dampak negatif yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Selain meningkatkan pemahaman masyarakat, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak di era digital merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, sekolah, keluarga, maupun lingkungan sosial.

Melalui program sosialisasi dan edukasi yang terus dilakukan, Pemerintah Kota Balikpapan berharap tercipta ekosistem digital yang sehat, aman, dan ramah anak. Dengan demikian, anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan perlindungan dan pendampingan yang memadai.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkuat kesadaran bersama bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab semua pihak,” tutup Erriansyah. (mang/Adv Diskominfo Balikpapan)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *