
Purwakarta, Kaltimedia.com – Seorang pria bernama Dadang (57), warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal dunia usai menjadi korban pengeroyokan saat acara pernikahan anaknya.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (4/4), saat korban tengah menggelar hajatan di kediamannya. Untuk menghibur para tamu, pihak keluarga menghadirkan hiburan organ tunggal.
Sekitar pukul 14.50 WIB, suasana mulai memanas ketika sekelompok pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras datang ke lokasi acara. Mereka meminta sejumlah uang kepada pemain organ dengan alasan untuk membeli minuman tambahan.
Permintaan tersebut sempat ditanggapi dengan pemberian uang Rp100 ribu. Namun, kelompok tersebut menolak karena merasa jumlahnya kurang.
Kapolsek Campaka, Firman Budiarto, menyebut kondisi para pelaku yang diduga mabuk memicu kemarahan hingga berujung kericuhan.
“Dikarenakan di bawah pengaruh minuman keras, orang tersebut marah dan memicu kericuhan,” katanya kepada awak media.
Melihat situasi tersebut, Dadang sebagai tuan rumah berusaha melerai. Namun, upaya itu justru berujung pada aksi kekerasan.
Korban dikejar hingga ke depan rumah dan dipukuli di hadapan tamu undangan, termasuk keluarga serta anaknya yang sedang berada di pelaminan.
“Korban dipukul dengan menggunakan sebilah bambu ke kepala bagian belakang,” jelasnya.
Akibat serangan tersebut, korban tersungkur dan tidak sadarkan diri. Para pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian.
Keluarga yang panik segera membawa korban ke RS Bhakti Husada. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. (Ang)





