Program MBG di Paser Jangkau 5.800 Penerima Manfaat, 88 Titik Dapur Diusulkan hingga Desa Terpencil

Gambar saat ini: Foto: Sekretaris Satgas MBG Paser, Budy Hartika. Sumber: Istimewa.
Foto: Sekretaris Satgas MBG Paser, Budy Hartika. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Paser terus diperluas seiring implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto. Satuan Tugas (Satgas) MBG Paser menargetkan distribusi layanan tidak hanya di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah terpencil.

Sekretaris Satgas MBG Paser, Budy Hartika, mengatakan program tersebut telah berjalan sejak Agustus 2025 dengan mengoperasikan tiga dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Jadi itu ada yang sekarang sudah sudah jalan itu tiga sejak 2025 bulan Agustus. Ada tiga dapur, tiga SPPG meng-cover kurang lebih 5.800-an penerima manfaat itu dari siswa. Dari siswa sekarang juga sudah mulai masuk ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dan itu jalan,” kata Budy, Selasa (24/2/2026).

Tiga dapur MBG tersebut berlokasi di Desa Tapis, Desa Jone, dan Desa Senaken yang meng-cover wilayah Kecamatan Tanah Grogot.

Dalam upaya memperluas jangkauan hingga desa terpencil, Satgas MBG Paser telah mengusulkan 88 titik SPPG tambahan kepada pemerintah pusat. Dari jumlah tersebut, sembilan titik telah selesai melalui proses penilaian (appraisal) dan tinggal menunggu penetapan pengelola.

“Kemudian ada kurang lebih terdapat 88 titik juga SPPG terpencil yang kita usulkan ke pusat supaya disetujui untuk menjadi titik dan sudah berjalan kurang lebih 50 persen lebih sudah proses pembangunan. 9 di antaranya sudah selesai, sudah di appraisal kemarin. Jadi tinggal menunggu dari pusat pengelolanya siapa yang nanti dijalankan. Setelah itu ada, maka jalan,” ujarnya.

Budy menjelaskan, sebagian besar titik yang diusulkan saat ini telah memasuki tahap pembangunan dengan progres di atas 50 persen.

Selain itu, satu dapur MBG berkapasitas besar juga tengah disiapkan di Kecamatan Longkali, tepat di samping Puskesmas setempat. Dapur tersebut dibangun langsung oleh pemerintah pusat dengan kapasitas yang lebih besar dibanding lainnya.

“Kemudian ada satu SPPG di Longkali yang di samping Puskesmas, itu di bikinkan pusat itu besar dan insyaallah itu nanti juga meng-cover banyak karena target dia bisa sampai 3.000, mestinya gitu,” ucap Budy.

Dengan pengembangan ini, program MBG di Kabupaten Paser diharapkan mampu menjangkau lebih banyak siswa serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekaligus memperkuat pemenuhan gizi masyarakat hingga ke pelosok desa. (Dy)

Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *