Disporapar Paser Dorong UMKM dan Ekraf Lewat Car Free Night di GOR Sadurengas

Foto: Disporapar Paser Dorong UMKM dan Ekraf Lewat Car Free Night di GOR Sadurengas. Sumber: Istimewa.
Foto: Disporapar Paser Dorong UMKM dan Ekraf Lewat Car Free Night di GOR Sadurengas. Sumber: Istimewa.

Paser, Kaltimedia.com – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser terus mendorong peningkatan pariwisata berbasis ekonomi kreatif (ekraf) melalui program pengembangan UMKM yang dikemas dalam kegiatan Car Free Night (CFN) di Komplek GOR Sadurengas, Kecamatan Tanah Grogot.

CFN digelar rutin setiap pekan, tepatnya setiap Jumat mulai pukul 15.00 hingga 22.00 Wita. Kegiatan ini menghadirkan beragam sajian, mulai dari kuliner, camilan, minuman, hingga permainan, yang dipadukan dengan berbagai hiburan untuk menarik minat pengunjung.

Selain menjadi wadah promosi UMKM, CFN juga memberi ruang bagi komunitas kreatif, khususnya para musisi lokal. Salah satu band yang tampil dalam kegiatan tersebut adalah Notus Music, yang digawangi Rio (vokalis), Haris (gitaris), Firdan (drumer), dan Aryo (basis).

Ditemui awak media, Rio menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Daerah melalui Disporapar Paser yang telah memberikan ruang bagi musisi lokal untuk tampil dan berkarya.

“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bagus. Untuk musisi di Grogot, memang masih kurang tempat tampil. Jadi CFN ini jadi wadah buat kami tampil, mengisi acara, sekaligus mengenalkan band ke masyarakat,” ujar Rio.

Rio yang juga dikenal sebagai jebolan ajang pencarian bakat The Voice Indonesia menilai CFN tidak hanya berdampak pada peningkatan UMKM, tetapi juga mendorong perkembangan komunitas pemuda dan pelaku seni di Paser.

“Kalau bisa, acara seperti ini terus ditingkatkan. Supaya musisi-musisi di Grogot bisa lebih berkembang dan punya tempat untuk berekspresi. Dengan adanya panggung seperti ini, karya mereka bisa diapresiasi masyarakat,” katanya.

Menurut Rio, keberadaan hiburan musik dalam kegiatan UMKM menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengunjung. Tanpa hiburan, suasana acara dikhawatirkan akan terasa monoton dan tidak jauh berbeda dengan pasar malam pada umumnya.

“Kalau ada musik, suasananya lebih hidup. Pengunjung jadi betah, pedagang juga ikut terbantu. Ini bagus untuk ekonomi kreatif di Paser,” pungkasnya.

Melalui CFN, Disporapar Paser berharap sektor ekonomi kreatif di Bumi Daya Taka dapat terus berkembang, sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara UMKM, pelaku seni, dan masyarakat. (Dy)
Editor: Ang

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *