
Paser, Kaltimedia.com — Menjelang pesta pergantian akhir Tahun 2025 ke 2026, masyarakat umumnya merayakan malam tahun baru dengan berbagai aktivitas, mulai dari makan bersama seperti jagung bakar dan sate, hingga menyalakan kembang api untuk memeriahkan suasana.
Namun pada pergantian tahun kali ini, Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, mengimbau masyarakat agar merayakan tahun baru dengan penuh empati, mengingat sebagian wilayah Indonesia, khususnya Aceh dan Sumatera, tengah dilanda bencana alam yang menelan korban jiwa.
Menurut Ikhwan, sejak jauh hari pihak pemerintah daerah telah menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan.
“Kami sudah menyampaikan kepada masyarakat agar dalam perayaan tahun baru ini juga melihat kondisi bangsa kita. Saat ini ada saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera yang sedang berduka,” kata Ikhwan saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Ia menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk merayakan tahun baru, namun meminta agar perayaan dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, khususnya dalam penggunaan kembang api.
“Silakan merayakan, tapi tetap melihat situasi. Menyalakan kembang api tidak dilarang, namun sebaiknya tidak berlebihan,” ujarnya.
Ikhwan juga mengajak masyarakat Kabupaten Paser untuk memanfaatkan momen pergantian tahun dengan memperbanyak doa bagi para korban bencana, serta berharap kondisi segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
“Intinya, kita perbanyak doa di tahun baru ini. Semoga ke depan keadaan menjadi lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya.
Selain soal empati, Ikhwan turut mengingatkan masyarakat akan potensi bahaya kembang api. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan guna menghindari insiden kebakaran yang kerap terjadi saat malam pergantian tahun akibat kelalaian dan penggunaan kembang api secara tidak terkendali.
“Setiap tahun selalu ada kejadian kebakaran. Karena itu kami mengimbau agar masyarakat berhati-hati dan tidak menyalakan kembang api secara berlebihan,” pungkasnya. (Dy)
Editor: Ang



