DLH Samarinda Ungkap Capaian dan Target IKLH 2025, Komitmen Wujudkan Kota Hijau Berkelanjutan

Foto: Kegiatan Ekspose Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Ruang Rapat Belida, Selasa (16/12/2025). Sumber: (Cris/Dokpim)

Samarinda, Kaltimedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memaparkan hasil Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Samarinda Tahun 2025 pada kegiatan Ekspose IKLH 2025, Selasa (16/12/2025), di Ruang Rapat Belida, Kantor Dinas Perikanan, Jalan Dahlia.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat komitmen lintas perangkat daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kota Samarinda.

Plt Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, menjelaskan bahwa IKLH menjadi indikator penting untuk memantau kondisi lingkungan hidup, terutama pada tiga komponen utama: kualitas air, udara, dan tanah.

“Ekspos ini bertujuan menyampaikan hasil pengukuran tim DLH sekaligus menerima masukan agar kualitas lingkungan Kota Samarinda terus meningkat setiap tahun,” ungkap Suwarso.

Ia menuturkan, kualitas udara Samarinda kini berada di posisi lima besar terbaik di Kalimantan Timur serta menempati peringkat kedua setelah Balikpapan. 

Menurutnya, prestasi itu menjadi modal kuat untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan meski dengan keterbatasan anggaran.

“Kita harus optimistis bisa menyusul Balikpapan. Semangat meningkatkan kualitas lingkungan tidak boleh padam,” tegasnya.

DLH juga memperkuat pembinaan bagi pelaku usaha dan sektor layanan publik seperti hotel, restoran, klinik, swalayan, serta rumah sakit dalam hal pengelolaan limbah dan penerapan prinsip ramah lingkungan.

Pemantauan kualitas air Sungai Karang Mumus turut menjadi bagian penting dari pelaksanaan IKLH 2025. DLH bekerja sama dengan komunitas lingkungan untuk melakukan kegiatan pembersihan sungai secara berkala disertai edukasi kepada masyarakat.

“Mulai Januari, patroli pengawasan akan diperluas dari darat ke sungai, termasuk penerapan sanksi bagi pelanggar,” tambah Suwarso.

Berdasarkan data lima tahun terakhir, IKLH Samarinda menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada 2025, indeks itu ditargetkan naik ke kategori baik setelah sebelumnya berada di kategori sedang.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras DLH dalam menyusun IKLH sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. 

Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat dalam melindungi lingkungan.

“Data IKLH menjadi dasar penting untuk menentukan arah pembangunan. Dari situ kita tahu sektor mana yang sudah baik dan yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Saefuddin juga mengingatkan tantangan terbesar pengelolaan lingkungan, terutama perawatan sarana publik seperti TPA, pengelolaan limbah, dan dampak aktivitas masyarakat terhadap air dan udara.

“Fasilitas bisa dibangun, tapi yang sulit adalah menjaga dan merawatnya. Itu tanggung jawab bersama, terutama perangkat wilayah,” katanya.

Ia mengajak ASN dan warga Samarinda untuk terus menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.

“Kalau lingkungan kita rawat seperti merawat diri sendiri, hasilnya akan kita rasakan bersama. Udara segar, kota bersih, dan masa depan aman bagi anak cucu,” ucapnya.

Sebagai penutup, Wakil Wali Kota Samarinda secara resmi membuka Ekspose IKLH Kota Samarinda Tahun 2025 dan mengajak semua pihak memperkuat komitmen menuju Samarinda Kota Hijau dan Berkelanjutan. (AS)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *