Vyacheslav Penchukov, Raja Hacker Dunia yang Sempat Jadi Pengusaha Batu Bara

Foto: Ilustrasi Kejahatan Siber. Sumber: (Pinterest/Freepik)

Samarinda, Kaltimedia.com – Nama Vyacheslav Penchukov alias Tank, kembali ramai diperbincangkan setelah kisah hidupnya terungkap. Raja hacker asal Ukraina itu, kini menghuni penjara di Colorado, Amerika Serikat, setelah buron selama satu dekade. Siapa sangka, sebelum tertangkap, dia sempat merintis bisnis batu bara.

Penchukov dikenal sebagai otak di balik kelompok peretas Jabber Zeus, jaringan kejahatan siber yang menargetkan rekening bank milik usaha kecil, pemerintah daerah, dan lembaga amal di berbagai negara. 

Aksi mereka berlangsung pada akhir 2000-an dan berhasil merugikan ratusan korban hingga lebih dari 4 juta poundsterling di Inggris. Dalam wawancara dengan BBC, Tank mengaku kejahatan siber kala itu menjadi cara mudah mengumpulkan uang. 

Ia menyebut lemahnya pengawasan bank dan aparat penegak hukum saat itu membuat aksinya jarang terungkap.

Aktivitasnya kian meluas pada 2018 hingga 2022 saat ia bergabung dalam ekosistem ransomware. Penchukov menargetkan perusahaan internasional dan rumah sakit. 

Setelah menjadi buronan selama 10 tahun, aparat akhirnya menangkapnya di Swiss pada 2022.

Tank mengaku kecewa dengan proses penangkapannya. Ia menceritakan, petugas bersenjata lengkap menjatuhkannya di jalan hingga membuat keluarganya ketakutan. 

“Ada penembak jitu di atap dan polisi menjatuhkan saya ke tanah, memborgol, dan membekap kepala di jalan di depan anak-anak saya. Mereka ketakutan,” jelasnya dikutip dari BBC, Rabu (12/11/2025). Kini ia menjalani hukuman di Fasilitas Pemasyarakatan Englewood, Colorado.

Selama di penjara, Penchukov mengisi waktu dengan berolahraga dan belajar bahasa baru. Dalam wawancara, ia terlihat membawa kamus Rusia-Inggris yang sudah usang.

Sebelum tertangkap, Penchukov sempat menjalankan usaha jual beli batu bara di Ukraina. Meski bisnisnya berjalan lancar, hidupnya tidak tenang. Ia mengaku kerap menjadi sasaran pemerasan oleh aparat setempat setelah identitasnya sebagai hacker terungkap.

Kondisi itu, kata dia, justru membuatnya terus kembali ke dunia siber demi mendapatkan uang cepat. Kejahatannya kembali meningkat hingga akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman berat. (AS)

Sumber: (BBC)

Share

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *